Minggu, 12 April 2015

Inspirasi: Dia Itu Luar Biasa loh!

Ketika aku sedang sibuk mencari tahu ambekannya, tiba-tiba dia berkata:
"Kak! Dia itu luar biasa loh, Kak!" kata Okta sambil memandangi perempuan bergamis hitam yang melintas di depan kami.
"Apa luar biasanya, Dek?"
"Kak! Dia itu jualan es dan kerupuk loh setiap sore. Itu dia pasti mau jemput dagangannya tuh, Kak! Ditentengnya termos es tuh, Kak dan jalanlah dia sejauh-jauh tidak ni."

Untuk tanggal 12 April

Aku lalai menyangkutkan baut sekecil semut pun di sini. Berulah luput melumut di sudut sebut. Lagi-lagi berurai berderai sesal menyesaki panggung singgung sendiri. Meski terlambat beberapa jengkal ke depan, tetap ku upaya lunasi segala cara demi cita.

April melunak 2015

FLP, Paragraf, Rumah Kayu, Pena Terbang, Ketuk Pintu, Pena Mas, Penappucino

Aku memahami diriku sedikit demi sedikit.
Kita sering kali belajar mengenal dan memahami orang lain, tapi banyak dari kita yang ternyata belum sepenuhnya mengenali dirinya sendiri. Aku termasuk salah satunya. Nah, kefahaman hari ini adalah tentang kebiasaanku mematuti sesuatu yang aku gemari. Nih, tadi pagi aku lagi pengen lihat foto-foto kreatif di Pinterest. Bagi yang udah sering nongkrongin pinterest pasti tahu gimana kecenya gambar-gambar di sana. Aku kecanduan, dari lihat foto-foto close up sampai foto-foto pra wedding, ehhe. Lama-kelamaan, mataku mengantuk karena posisiku sambil telungkup. Sempat  tertidur beberapa menit juga. Sifatku selanjutnya adalah nggak bisa di titik 50% (sebenarnya kalau yang ini udah lama sih ku fahami). Misalnya, kalau aku sedang niat baca buku, ya dibaca bener-bener, sampil duduk dan konsentrasi. Jangan sambil tiduran apalagi setengah hati. Demikian juga kalau ngetik. Kalau sambil tiduran, dijamin deh aku akan mendapati diriku tertidru ntah udah sejak kapan. Gara-gara 2 kebiasaan itu di pagi ini, alhasil nggak satu kalimat pun terketik. hiksss.

Yudi yang Tak Diundi

Oke, ini udah jam 23.58wib.
Aku masih berkutat dengan social service hingga pukul segini.
Aku mau cerita tentang seleksi MAWAPRES yang kacau di FISIP.
Jadi gini, beberapa hari yang lalu: Rabu, 8 April 2015 pukul 13.30wib FISIP mengadakan seleksi MAWAPRES tingkat fakultas. Sejak jam 10.00wib, aku dan Teguh udah membersamai Yudi di perpus mempersiapkan segala sesuatunya. Meskipun kabarnya KTInya nggak diseleksi, tapi Yudi tetap berusaha mendekasi kesempurnaan. Dari sistem seleksinya aja udah melenceng jauh dari ketentuan mana pun. Isu yang merebak adalah akan digunakannya sistem FGD (Forum Group Discussion) untuk penyeleksian. Aku udah minta Yudi melobi panitia yang kali ini bukan dari mahasiswa. Tapi nihil. Azhari, sebagai sang Juara pun tidak bisa berperan serta. Ah, jam semakin mendekati deadline dan aku tahu Yudi nggak sempat makan siang.

Mak, buruan. Udah mau dimulai nih
Kata dek Teguh yang masih di samping Yudi.
Saat itu, aku di sisi Lia sedang membantunya pula mengoreksi KTInya untuk seleksi besok pagi. Benar-benar gagal melihat Yudi ternyata kali ini. Aku nggak bisa meninggalkan Lia dalam keadaan semrawut seperti ini. Tapi, leganya adalah ketika Yudi cerita bahwa sistem seleksinya nggak seperti yang diduga dan dia tahu sebelumnya. Dan, kalau pun aku ikut, aku nggak bisa melihat dia. Emangnya seperti apa seleksinya?