Jumat, 28 Agustus 2015

Biarkan Aku Kosong

Jika dia tak sesetiamu mendengarku,
Jika dia tak sepandaimu memaafkanku,
Jika dia tak seberpuramu memaklumiku,
Jika dia tak sesebentarmu memarahiku,
Jika dia tak sesabarmu menasehatiku,
Jika dia tak seseringmu mengomeliku,

Tolong!
Jangan menawarkannya kepadaku
Kehilanganmu saja sudah cukup mengosongkanku
Dan aku ingin kosong!

September dan kekosongan, 2015

"Tenang Rin. Percaya sama aku!"



Batman, udah siap urusanmu?
Belum. Setengah jam lagi baru kelar nii. El
daftarlah ujian ke kampus dulu..
Belum jadi. Kata Batman lainnya, prodi tutup.
Ooohh.. udah punya batman lain ya sekarang? Setengah jam
lagi yee. Mandi cantiklah dulu..
Eh, kok tahu kalau eke belum mandiii?
Setelah semua urusan selesai, Rini pulang lagi ke kosan untuk jemur pakaiannya. Dia mendapatiku sedang tekun menonton film 200 Pounds Beauty. Rini berkomentar gini; “Hemm… cocok tuh filmnya buat El. Itu kan tentang per-DIET-an.” Tahu aja dia apa alasanku nonton. Hihii. Tapi sayangnya difilm itu caranya adalah dengan operasi plastik. Aku kan ngarepnya dijelasin gimana caranya diet alami yang aman tapi cepet. Hehehe. Tapi, kalau kayak gitu sih nggak sesuai jalan cerita akhirnya ya. Kalau kata Rini; 'Kalau El jadi sutradara, langsung tamat ceritanya El buat."
"Udah selesai semua urusan?"
"Udah. Besok tinggal datang cantik aja. Huhhuu... bentar lagi kita berpisaaah. hikss."
"Rin, Pliss!" cegahku segera. "Sekalipun besok kita berpisah, tolong jangan ucapkan kata-kata perpisahan hari ini. Biarlah semua terjadi secara alami."
"Huhuu..iyaa."
*Alami nangisnya maksudku. hihii.