Kamis, 14 Mei 2015

Aku Butuh Meja untuk Menulis!

 Aku pernah mendengar kalimat ini; Sains itu mengasah ketajaman pemikiran sedangkan seni itu mengasah ketajaman rasa. Di antara hikmah menulis dengan gaya santai itu adalah melmbutkan hati. Alhamdulillah, di beberapa kondisi kritis aku udah merasakan efeknya. Mungkin aku bisa aja marah dan berapi-api, tapi ketika itu justru marahku seketika berubah jadi kalimat-kalimat indah di dalam hati. Bukan sedang memikirkan tentang kondisi yang tak diharapkan itu, tapi berusaha menyaring amarah dengan menerjemahkannya ke dalam pengertian yang lebih santun. *agak rempong ya kalimatnya? hehe. Yang jelas, kebiasaanku menulis dari hati ini membuatku lebih bis amenekan amarah, meski pun nggak selalu juga sih, tapi setidaknya lumayanlah dibanging duluku yang dipenuhi sakit hati, keegoan tak bertepi dan amarah yang tak bisa ditandingi! Alhamdulillah, sekarang aku jadi seolah punya banyak alasan untuk nggak marah serta merta. Seni telah mengajarkanku cara menyaring ampas perasaan!

"El! bangunlaah. Udah jam setengah 5 loh!"
Ntah ini upaya Rini yang keberapa untuk membangungkanku. Aku menggeliat,
"Duluan ajalah sahurnya Riinn. Aku cepat nyaa makannya."
"Aku udah makan kok weee!"
"Hah? Seiruslah? Emangnya ini jam berapa?"
"Jam setengah 5! Cepatlah!"
Seketika, suara lantunan ayat Al-Quran mulai terdengar. Aku sudah pasti lebih terkejut dari biasanya (cara bangunnya). Cuma cuci muka, cuci tangan dan langsung hap hap hap.... Takut lahapku didahului oleh azan.

Fadhillah Nasution (Guru Teladan di MAN 1 Bagansiapiapi, Pengusaha Flanel)

Elysa itu seperti kerupuk, disuka semua orang dan kalangan. Elysa itu seperti cerita lucu yg kelucuannya ga bisa dilupakan. Elysa itu konyol kadang ide n yg dia lakukan juga konyol,walaupun seperti itu insyaAllah bermanfaat. Elysa itu ngangenin. Elysa itu ceroboh. Elysa itu modis. Elysa itu idenya ga pernah habis. Elysa itu mudah galau. Elysa itu sholeha. Elysa itu sederhana, tegas dan pintar. Ga akan berhenti sebelum tercapai target. Kalau udah nulis tahan seharian ga keluar kamar. Apalagi ya...banyak lagi deh...hal2 yg tidak bisa saya lupakan saat bersama Elysa. (Jumat, 150515)

Sambutanku:
Kak Dila telah menjadi Kakak-ku semenjak pertama kali kami bertemu. Saat itu aku masih kelas 2 SMA hingga saat ini dan semoga selamanya. Beliau adalah kakak yang luar biasa, guru yang penuh cinta dan seorang sitri yang sholeha. Teman-teman bisa berkenalan dengannya melalui FB: Dila Yaman atau ke rumahnya langsung di Bagansiapiapi, hehe.

IDE: One People One Blog

Aku baru aja posting di BBM dan di FB tentang Gerakan One People One Blog.
Kalau gerakan itu disederhanakan lagi menjadi ;
1. One Day One Post
2. One Day One Inspiration/ideas
3. One Day One Diary
4. One Day One Art
Aku tiba-tiba berfikir seperti itu karena kalau memang nyatanya angka percetakan buku kita per tahun masih ketinggalan dengan Singapura, Vietnam de el el, setidaknya gerakan menulis di dunia maya kita menduduki rating tertinggi. Nah, ngeblog adalah salah satunya. Terserah deh, mau pake Blogger, Thumblr, Wordpress atau apa aja bebas, yang penting produktif menulis. Implikasinya adalah ke peningkatan minat membaca juga akhirnya.

Ntah terbaca di mana olehku kalimat ini;
Bahasa itu adalah ilmu HIDUP. Cara menghidupkan dan melestarikannya ya dengan cara menggunakannya. Salah-satunya melalui menulis. Nah, this is the smart step guys! Semua fasilitas tadi tersedia dengan gratis dan menunggu untuk dimanfaatkan. Kenapa nggak kita mulai dari sekarang? Alhamdulillah, blogku yang baru terlahir  tanggal 10 Desember 2014 telah mencapai angka 460 postingan dan lebih dari 5000 kali penayangan. *Kamu nggak iri?

Ternyata ngeblog itu asyik banget loh!
Fikiran kita tetap hidup, tetap awas, perasaan kita jadi peka dan berfikir untuk selalu mengalami peristiwa baru supaya punya hal baru untuk diceritakan. Kadang, kalau aku sedang nggak pengen ngapa-ngapain dan hanya ingin di rumah aja, aku jadi mikir; Ntar apa yang mau aku tulisin di blog ya kalau aku nggak kemana-mana? *asyik kan? Apalagi sekarang, selalu aja ada orang-orang yang bakal nagih postingan baruku kalau sehari aja aku nggak update. hehe Awalnya memang sulit dan berat untuk membiasakan diri, tapi kalau udah terbiasa malah nggak bisa berhenti. *TRUS me!

Waktu ikutan pelatihan di Balai Bahasa 3 minggu yang lalu, kata pak pematerinya gini;
"Menulislah dengan ikhlas. Kalau ternyata tulisanmu nggak bisa terbit di media masa, ya sudah. Kalau ternyata tulisanmu nggak bisa menghasilkan uang, ya sudah. Terus saja menulis. Jika pun tulisanmu nggak menjadi 'sesuatu' setidaknya tulisanmu sudah menjadi TULISAN. *simple but so deep, right?

Jangan menunggu jadi sempurna baru mulai menulis. Mulailah menulis maka tulisan dan hidupmu akan jadi sempurna! Mulailah dengan ber-DAILY DAIRY dan berkembanglah ke berbagai jenis tulisan yang sesuai minatmu. Insya allah, setahun kemudian kalian kaan menyadari; Eh, nggak sia-sia ya ternyata aku ngeblog tiap hari! Trust me!

Selamat berkarya lewat tulisan ^_^
Happy Blogging, guys!

Dialah Aku

Mengkhawatiri diri sama seperti dirinya
Resah bila resahnya tak jua enyah
Tiada diri tanpa dirinya
Mencintainya seperti mencintai diri.

18 Mei, 2015.
Dalam kalut proposal KPN