Sabtu, 14 Februari 2015

Tak Sabar Membaca Karya

Malam semakin pekat
aku masih berkutat pada diktat maya
tiba-tiba penerbit menghubungi
cover buku yang sudah jadi
aku sangat suka
jauh lebih indah dari yang sebelumnya
satu helai bulu merak memolesnya
menyulap jadi kesan elegan dan mahal
"hemm..siapa dulu aku yang telah berbuih menjelaskannya" candaku pada mereka
mereka tertawa sambil berterimakasih atas puasnya
aku juga puas
desainnya benar-benar berbeda

Sayangnya, aku hanya menikmati bahagia seorang diri
rini yang telah terlelap tak bisa ku jaga
akhirnya ku paksa tidur dengan bibir tersenyum
tak sabar mendiskusikan hal selanjutnya dalam rencana 

#Cerita Januari, Februari 2015
Lia, Rini, Andin, Aku, Yudi (penulis Januari)

Inspirasi: Sebutan Seminar Nasional

Pemirsa sekalian, saya perhatikaaannn...
Seminar yang dinamai SEMINAR NASIONAL itu lazimnya ditentukan oleh 2 hal:
1. Pembicaranya yang dari tingkat Nasional atau
2. Pesertanya yang dari tingkat Nasional.
Menurutku sih, poin yang nomor 1 itu lebay. Kadang, cuma 1 pembicara aja yang dari tingkat nasional dan itu serta merta udah disebut SEMINAR NASIONAL. Nah, kalau yang nomor 2 itu aku setuju karena peserta dari tingkat nasional itu menunjukkan bahwa acara kita menarik minat orang-orang luar daerah. Lah  pembicara? Mereka kan kita bayar/fasilitasi juga. Nothing special there. Begitu pun untuk yang dinamai SEMINAR INTERNASIONAL. Yah, idealnya adalah peserta dan pembicaranya memang dari luar.

*Ini hanya kegelisahan dan pendapat penulis belaka.