Dek, jam berapa ke
kampus?
Aku nggak kuliah
Mbak.
Kalau gitu, kita
selesaikan segera tugas kita yaa…
Lalu, aku kembali kepada kesibukanku terhadap huruf-huruf
bisu. 2 jam kemudian, Romi mengirimiku sms lagi, Mbak,
Romi udah di BEM FKIP.
Aku bergegas berkemas dan beranjak ke BEM FKIP. Romi sudah
stand by di sana dan kami jalan kaki menuju Pendidikan Ekonomi. Ada kelas yang
baru aja selesai UAS, Romi langsung masuk dan aku mengikutinya dari belakang.
Ada 8 orang di kelas ini yang tersisa lalu mulailah Romi menebar pesona. Masih
seperti yang sebelumnya, “Kalau kalian nggak bisa mencapai IPK 4, berarti
kerjaan kalian kuliah-pulang itu nggak guna. Kecuali, IPK 3,7 tapi
kuliah-ngerjain KTI-organisasi, nah itu baru Abang acungi jempol!”
Ada sekitar 6 orang yang daftar dan sisanya masih
fikir-fikir dulu katanya. Aku dan Romi beranjak menuju kelas berikutnya. Kali
ini sasaran kami adalah kelasnya bu Venny yang kelihatannya juga sedang ujian.
Kami rela nunggu agak lama demi sasaran empuk ini. Ada Xhintika yang sedang
nunggu ibu juga di luar kelas. Jadilah kami ngobrol ria tentang skripsi dan
Romi juga ikutan nimbrung tentang pengalamannya di Bengkulu kemarin. Kebetulan
, Xhintika adalah orang Bengkulu. Aku menyimak cerita mereka yang seru banget.
Hemm…jadi rindu dengan Bengkulu.