Rabu, 03 Juni 2015

Inspirasi: Gendut, Tanda tak Menjaga Nikmat

Dalam suatu obrolan ringan antara aku dan Teguh..
“Teguh paling nggak suka lah kalau ada orang yang bilang gini waktu kita diet; ‘Ah, ngapainlah diet-diet gitu? Bersyukur ajalah dengan apa yang udah dikasih Allah tuu!’ kesel banget dengernya.”
“Kenapa gitu Dek?”
“Iyalah, badan gemuk itu kan nggak sehat. Justru, kalau kita nggak diet, itu tandanya kita nggak bersyukur atas anugerah Allah. Karena membiarkan diri kita dengan berat badan berlebih. Ya kan?”
“Bener-bener-bener.”

Rasa yang Berkebalikan

Kekhawatiranku kehilanganmu mengajarkanku mengikhlaskanmu. Dulu, aku menyayangimu yang menyayangiku, menghebatkanku. Setiap saat, kekhawatiranku kehilanganmu menghantuiku selalu. Waktu telah menyadarkanku cara menyayangimu tanpa melukaiku dan melukaimu. Kini, aku bisa.

Juni yang ranum 2015

Jangan Salahkan Jilbabku!


Dek, jam berapa ke kampus?
Aku nggak kuliah Mbak.
Kalau gitu, kita selesaikan segera tugas kita yaa…
Lalu, aku kembali kepada kesibukanku terhadap huruf-huruf bisu. 2 jam kemudian, Romi mengirimiku sms lagi, Mbak, Romi udah di BEM FKIP.
Aku bergegas berkemas dan beranjak ke BEM FKIP. Romi sudah stand by di sana dan kami jalan kaki menuju Pendidikan Ekonomi. Ada kelas yang baru aja selesai UAS, Romi langsung masuk dan aku mengikutinya dari belakang. Ada 8 orang di kelas ini yang tersisa lalu mulailah Romi menebar pesona. Masih seperti yang sebelumnya, “Kalau kalian nggak bisa mencapai IPK 4, berarti kerjaan kalian kuliah-pulang itu nggak guna. Kecuali, IPK 3,7 tapi kuliah-ngerjain KTI-organisasi, nah itu baru Abang acungi jempol!”
Ada sekitar 6 orang yang daftar dan sisanya masih fikir-fikir dulu katanya. Aku dan Romi beranjak menuju kelas berikutnya. Kali ini sasaran kami adalah kelasnya bu Venny yang kelihatannya juga sedang ujian. Kami rela nunggu agak lama demi sasaran empuk ini. Ada Xhintika yang sedang nunggu ibu juga di luar kelas. Jadilah kami ngobrol ria tentang skripsi dan Romi juga ikutan nimbrung tentang pengalamannya di Bengkulu kemarin. Kebetulan , Xhintika adalah orang Bengkulu. Aku menyimak cerita mereka yang seru banget. Hemm…jadi rindu dengan Bengkulu.