Kamis, 20 Agustus 2015

Kesulitan yang menguatkan

Kesulitan itu memperkuat
Tidak ada yang kuat tanpa sulit
Semakin besar kesulitan, semakin besar perkembangan
Tanpa kesulitan, kita tidak jadi lebih kuat
Tuhan membagi rahmatnya dalam bentuk kesulitan
Yang bertambah kekuatan atas kesulitan itu adalah yang berfikir
Tuhan sedang melatih kita


Kesulitan yang menguatkan dalam Agustus 2015

Inspirasi; Passionmu adalah Kekhususanmu

"Rin, ntar kalau potinganku di blog udah mencapai 1000, aku akan berhenti memposting dan pergi untuk selama-lamanya," kataku, seperti pemain sinetron yang sedang berakting.
"Apalah El nih! Nanti beneran baru tahu rasa."
"Lagian aku bercanda pun Rin.."
"Aku pun nggak percaya El bakal berhenti memposting. Kata-kata tuh dipegang, awas ya nanti kalau masih juga memposing!"
"Hehhe..nggak, nggak, nggak dooh. Eh, Rin, emang ya, kalau kita udah nemuin Passion kita tuh selalu aja ada alasan dan cara untuk melakukannya. Sampai nggak tahu waktu dan kenal istirahat pun dijalanin. Kayak aku contohnya, semenjak kenal dengan blog ya setiap kali ada waktu nganggur, aku langsung nulis. Alhamdulillah, aku udah ketemu passionku."
"Arassooh."
"Mungkin, kalau aku udah kenal blog sejak kecil, udah jutaan cerita ntah apa-apa yang ku posting di sini Riin. hehe."
"Iya, bener. Untung kenalnya baru-baru ini aja. Ini pun udah autis kali El dibuatnya."

Kewajiban tetaplah Kewajiban, Besar atau Kecil



“Rin, ternyata dengan menyelesaikan hal-hal kecil, kita bisa menjadi sangat lega dan bahagia. Tapi, meskipun menurut kita kecil, yang namanya kewajiban itu ya tetap kewajiban yang harus sesegera mungkin diselesaikan. Dan, aku sangat lega banget udah melakukan 3 hal tadi.”
“Arasssooohh. Kalau kita tumpuk-tumpuk, justru hal-hal kecil itu jadi beban berat kan di fikiran.”
“Yuhuuu Riin.”
Aku baru saja menemui bu Tiko untuk menyerahkan sertifikat dan honor juri MAWAPRES kemarin. Aku juga udah selesai legalisir sertifikat PPL dan udah memfoto kopi persyaratan bebas Pustaka Wilayah. Yuhuuu… makanya, aku lega banget sekarang dan mungkin akan menjadi jauh lebih lega kalau aku semakin cepat menyelesaikan yang lainnya. Karena, dalam hukum KEWAJIBAN, sebenarnya semua KEWAJIBAN adalah KEWAJIBAN; nggak ada yang besar dan nggak ada yang kecil karena semuanya WAJIB  diselesaikan.
“Lah Rin, motor kita kenapa ini?”
“Habis minyak nggak El?”
Aku langsung mengegas motor ini dengan sisa minyak yang ada. Setidaknya, kalau memang mogok, motor ini udah sampai barrier gate. Jadi, bisa minta tolong sama satpamnya cariin minyak hehee…
“Yah, yah, yaaaaaaahhh,” GLEK, baru aja motor berhenti.
Langsung aja, tanpa menunggu pertolongan dari siapa-siapa, ku dorong motorku sejauh 20 meter menuju penjual bensin. Si satpam yang ku harapkan itu bahkan tidak menegur kami sama sekali. *Emang siapa kali gue harus ditegur sama mereka? #Ya kan setidaknya mereka nanya, ‘Kenapa motornya Dek?’ Ini nggak ada sama sekali. *Itu mah, ngarep dot kom namanya. Hihii
I same you same ya Rin bayarnya.”
“Ukeeehhh,” jawab Rini.