Kamis, 30 Juli 2015

Tinta Mengering

Tinta mengering
Sebab lama tak dipakai
Mengering sendiri
Tanpa diteguk puisi
Puisi sempat mati suri
Jadi mumi

Juli penuh khilaf, 2015

TIPS: Cara Membuat Aurora

"Kerenn El, gimana cara bikinnya ni?”
“Itulah Rin, keterbatasan ternyata bisa memicu kreativitas.”
Nah, pemirsaaa, aku nggak sengaja menciptakan Aurora nih di atas kertas. Tahu Aurora nggak? Itu loh, langit yang berwarna-warni di daerah kutub sana. Untuk lebih jelasnya, searching aja di google ya, hehehe. Begini cara membuatnya :
1.       Arahkan senter (disarankan senter dari HP) ke atas kertas dari dekat
2.       Ciptakan pantulan cahaya yang ngawur aja, artinya jangan sampai seluruh kertas tersinari senter. Caranya bisa dengan agak dimiringkan senternya
3.       Jepret gambar tersebut pakai kamera.
4.       Pindahkan ke computer dan buka aplikasi photo scape
5.       Klik Bright, Colour lalu mainkan bagian Hue—nya. Nah, biasanya kalau foto kita dikasih efek Hue jadinya bakal berwarna campur-campur gitu kan? Tapi, kejadiannya bakal menakjubkan kalau itu adalah gambar cahaya tadi. Pantulan cahaya tadi akan terbias menjadi wanra hijau, ungu, merah dan lainnya sesuai keinginan.
6.       Gampang kan? Selamat berkreasi ^_^

Aku Dinamai Mutiara Hitam

"Rin, kita boleh berantakan, tapi kamar kita nggak boleh ikut-ikutan berantakan,” kataku. Mulailah aku merapikan barang-barangku, kemudian merapikan kamar. Sementara Rini mencuci piring. “Jangan ketahuan kali kalau kita ini pejuang SKRIPSI Rinn.. hehe.”
“Ell..gimana nih kalau aku harus bayar uang SPP ternyata?” rengek Rini.
“Seperti kata Lia kemarin sore, anggap aja itu sedekah Rini untuk kampus. Emangnya yakin nggak terkejar lagi Rin?”
“Kabarnya semua urusan yang terjadi setelah tanggal 31 juli itu berarti udah harus bayar SPP El. Bahkan ada peraturan baru, kalau masuk masa perpanjangan perpanjangan SPP di minggu pertama denda 10% dari SPP+SPP penuh. Kalau telat diminggu kedua, denda 15% jadinya. Ngeri kali kan?”
“Busyeeett dah! Ngeri juga ya Rin. Hemm..kalau gitu cepatlah bayar, daripada bayar denda nanti.”
“Ini kan masih tanggal 30 El. Makanya mau dipastikan lagi hari ini tentang nasib ujianku.”
Tak lama Ika datang menjemput Rini. Rini pergi dan tinggallah aku sendiri. Rumah sepi lagi.
“Huhuu, uangku ketinggalan. Lupa bawa uang sepeserpun,” Rini kembali lagi.
“Hapaanyaa, kok bisa lupa?”
“El, kunci rumah. Kak Dewi pergi, tinggal El sendiri di sini!” teriak Rini sambil berlari.
Mendadak, aku jadi ngerasa serem gitu. Padahal, aku baru aja muter film horor Thailand yang judulnya Long Weekend. Berteman dengan kucing yang baru aja masuk dari jendela kamar, aku memberanikan diri untuk tetap lanjut menonton.