Selasa, 05 Mei 2015

Jarak

Wahai jarak...
Sudah berapa jauhkah raga menjarak?
Atau ingat melupa

Mei dalam tunggu kabar, 2015

Syurga yang Tak Dirindukan

Emang ya, kalau tidur larut malam itu membuat badan nggak fresh ketika bangun. Ukurannya ya kalau tidur jam 12 lewat, bangunnya baru pas kalau jam 06.00wib *ukuran ideal ketika sedang nggak sholat gini, eheh. Makanya, ukuran istirahat yang terbaik ya tidur setelah sholat Isya dan bangun lebih awal. Ini kitanya malah kebanyakan kebalik, tidur larut malam dan bangunnya kesiangan, hiksss.

Pagi ini, aku udah niat bangun jam 05.00wib biar bisa menghasilkan tulisan lebih banyak. Tapi, ya udah tahu kan hasilnya? hehe, aku bangun jam 06.30wib, hiksss. Untung aja perutku nggak pedih, baru teringat bahwa tadi malam nggak makan karena saking nggak punya piti. hiksss, cedih! Sengaja, aku nggak mengetik dan menyentuh laptop pagi ini biar bisa berangkat ke kampus pagi-pagi. *karena laptop n modemnya emang sedang dipegang sama yang punya. Sudah 2 hari2 benda itu bersamaku, pemirsa. Saya hanya takut zolim aja. Makanya pagi ini, aku rela tidak menyentuhnya sama sekali.

Cus ke kampus jam 09.00wib setelah memenuhi hak si perut dengan sebungkus mie gelas dibagi dua dengan Rincuy. Untung aja udah ada tabungan beras kemarin, jadi makan kerupuk dengan nasi pun jadilah, hiksss. Mampur ke BEM, tapi ternyata pintunya masih dikunci dan nggak ada orang sama sekali. Ibu warung pun ebelum buka lapak. Aku bingung mau ke mana. Akhirnya, aku ke luar dari halaman BEM FKIP dan beralih ke parkiran Biro FKIP. Langsung nemuin pak Agus untuk ngabarin hasil MAWAPRES kemarin.

Dinda Prameswari (Writer and Owner Din's Publishing)

Elysa adalah Gadis muda dengan semangat tinggi. Ceria dan penuh energi. Punya pandangan selangkah ke depan.(Thursday, May 16th 2015)

Sambutanku : 
Mbak Dinda adalah orang yang palig berjasa dalam membuat karya pertamaku terlahir ke dunia; Antologi puisi Tentang Januari. Beliau adalah mualaf yang sangat kita doakan semoga imannya semakin hari semakin diteguhkan oleh Allah dan segala urusannya penuh keberkahan. aamiin. Beliau adalah penulis produktif sekaligus pemilik Din's Publishing. Nah, bagi teman-teman yang mau nerbitin buku, silahkan sapa dirinya di FB: Dinda Prameswari Din's 

Inspirasi: Terus Terang, Terang Terus

Dalam sebuah kesempatan untuk memberikan kata sambutan, pak Syarfi membagikan ilmu dari hasil pengamatannya terhadap keadaan dan kebiasaan,
"...saya pakai bahasa Jerman saja ya (setelah menggunakan bahasa Inggris sebelumnya). Jadi begini, saya perhatikan Nabi kita ini dibuat seolah-olah Bidan aja. Masa kita mengatakan; Yang telah mengeluarkan kita dari alam kegelapan (sambil memperagakan perut wanita hamil) menuju alam yang terang benderang saat ini. Jadi Bidan pula Nabi dibuatnya. Ada juga yang mengatakan: Marilah kita mengucapkan sholawat dan salam kepada Rosulullah, padahal salamnya nggak ada diucapkannya. Kalau hanya sholawat ya bilang ajalah: Marilah kita bersholawat, kalau memang ada salamnya ucapkanlah; Assalamualaika ya Rosulullah. Jangan bohong-bohong kitalah pokoknya. Ada lagi yang mengatakan; Marilah kita memanjatkan puji dan syukur kepada Allah. Memuji kok pakai memanjat-manjat? Ya katakan saja: Marilah kita bersyukur. Lebih sederhana dan benar...."

"...jadi memang dalam hidup ini kita harus terus terang, supaya hidup kita terang terus. haaa gitu yaaa," tutup pak Syarfi dengan style kocaknya.
#Inspirasi dari pak Syarfi