Minggu, 04 Oktober 2015

Ofcourse, We are I-YES Generation



Sifat perempuan itu seperti air sumur; ia akan terbawa bersama timba yang menimbanya. Timba itu adalah perumpaan untuk si laki-laki. Pada dasarnya, seorang perempuan akan menerima saja seorang laki-laki yang benar-benar siap menikahinya. Benar-benar siap ya, ku ulangi lagi. Sekalipun sebelumnya mungkin tidak ada rencana atau gambaran bahwa ia akan menikah dengan laki-laki tadi, tapi jika ia dengan sepenuh hati diminta; ‘Jadilah istri untukku dan ibu dari anak-anakku’ perempuan mana yang tidak akan luluh hatinya? Bukankah bukti kesungguhan cinta itu adalah PERNIKAHAN? Bukankah pengakhiran terindah dari cinta itu adalah PERNIKAHAN? Bukankah perhentian terakhir dari sebuah pencarian cinta itu adalah PERNIKAHAN?

Jadi, jangan tanya bagaimana caranya agar aku jatuh hati padamu tapi buktikanlah bahwa aku memang layak memilihmu.

Mestinya segera, tapi ditunda

Ini adalah sesal yang ke sekian
mestinya segera tapi ditunda
yang sekarang akhirnya terbengkalai
menolak
mengelak
segala ajak
demi sebuah genap
terengah-engah digenap
Siapa suruh tak menyegera?

Oktober yang sesal, 2015

Nasehat: Kita lebih Banyak Memperbaiki yang Salah


Benar kata Mario Teguh, hidup kita ini lebih banyak memperbaiki yang salah daripada membanyak yang baru (yang benar). Setelah Rini ke Puskom, aku berusaha memaksa diri untuk menulis. Ternyata, rasanya cukup menyiksa ketika hati sedang tidak ingin menulis sementara tangan ku paksa dengan logika untuk terus menulis. Jemari tak selancar biasanya mengetik. Apa mungkin ini adalah pengaruh dari kecondonganku mengetik di android beberapa hari ini ya? Soalnya, aku jadi lebih sering update di Instagram karena dirasa lebih praktis.

Tapi, tidak bisa ku bohongi hati ini bahwa lebih puas dan lebih lega ketika bisa menuliskan segala sesuatunya di blog. Mungkin, akan lebih baik lagi kalau aku bisa update di semua medsos. Ya Allah, bantu aku untuk terus berkarya tanpa harus menunggu mood dan keadaan mendukung. Bantu aku memaksa diri melawan kemalasan dan penundaan. aamiin.