Senin, 03 Agustus 2015

Selamat Ulang Tahun Pangeran

Genap sudah jadi sempurna pelengkap
Selamat bertambah usia semoga bertumbuh dewasa
Tiada yang cukup menjadi hadiah
Selain doa mulia lagi rahasia
Tak terlihat bukan berarti tak ada
Jauh belum tentu bermusuh
Agustus selalu punya cerita
Juga hadiah tiada duga
Semoga..

Untukmu yang berulang tahun, 8 Agustus 2015

Maylien (My Thailand's Friend)

Aline : Morning Alice. Which you have a nice day!!
Me : Good Morning Alin. Do you already back?
Aline : Yes i'm in bkk now
Me : How long you here?
Aline : Just 4 days
Me : Aliiinnn.... if i ask you about my personality, what do you want to say? (as long as we become friend)
Aline : You are so frienndly and sometime you are sensitive ^_^ I think so
Me : Thx honeyyy..let me give you something..wait..
Aline : Okay... (110815)

Welcoming You : 
Here you are. Thanks Aline for all your best to me until now a day. I cant forget when you sent me greeting card for my birthday. How could you as romantic as that? ^_^ Something i very remember about you is you are so funny. Everywhere and everytime, i look the smile in your lips. I just wonder and asking for my heart, "Is Aline never got angry?" hahha. I hope we are for ever. ^_^. For you guys, please make a friend with Aline in here : https://www.facebook.com/little.maylien

Kecerobohan yang Dibayar Mahal


“Rin, sarapan di mana kita?”
“Beli Lontong Medan yuk?”
“Emangnya enak Lontong Medan itu Rin?”
“DIcobakk duluuu,” jawab Rini sok lembut.
Kami kembali ke tempat beli mie ayam kemarin. Ternyata menu sarapannya nggak ada, mie ayam dan bakso malahan yang pagi-pagi gini udah buka. Kami menelusuri Manyar Sakti untuk menemukan mie bihun goreng. Rini sih ngikut aja, karena biasanya di mana ada mie bihun goreng, di situ pasti ada nasi goreng. Hehe.
Setelah penelusuran selesai, yang dicari nggak ditemukan juga. Akhirnya, kami putuskan untuk makan di Kalasan dengan memesan menu Nasi Goreng Hijau. Terakhir kali aku makan nasi goreng hijau ini sih udah sekitar 2 tahun yang lalu ketika dia yang ku sebuh sahabat, masih di sisi, di sini. Aku masih ingat, waktu itu aku mau nyobain nih nasi goreng ya gara-gara dia yang ngajakin.
“El, duduk di mana nih? Lesehan?”
“Eh, janganlah. Kita di sudut aja. Kalau kita lesehan, Adek itu pasti negur aku dan ngajak ngobrol, masalahnya aku sedang nggak pengen ngobrol Rin. Ada saatnya aku hanya ingin diam dan memperhatikan.”
“Ciyeeee..nyindir ya?”
“Loh?!”

Inspirasi: Mencintai dengan Sempurna

Cara tiap orang mencintai itu berbeda. Ketika kamu mengambil langkah untuk menjaga jarak karena ‘ketidakhalalan’ dan untuk menjaga hati karena Allah itu adalah cara mencintai yang sempurna menurutku. Dalam teori fisika, Albert Enstein bilang bahwa segala sesuatu yang ada didunia ini bersifat relative. Sama halnya dengan memaknai bagaimana kesempurnaan dalam mencintai. Tergantung sudut pandang yang menilainya. Tidak ada yang benar-benar absolute. Semuanya relative. Maka, sempurnalah dalam versi masing-masing!

Seseorang telah menjelaskan kepadaku tentang luasnya cara mencintai. Dia luar biasa!