Kamis, 19 Maret 2015

INFO: Sosialisasi MAWAPRES di FKIP UR

Cuaca hujan ternyata tidak menghalangi para peserta sosialisasi MAWAPRES di aula BEM FKIP UR. Tepat pukul 10.00 acara resmi dibuka oleh Gubernur Mahasiswa FKIP UR; Andres Fransisca. Barulah setelahnya acara talkshow dimulai. Hari ini, Kamis-18 Maret 2015, 4 pembicara akan mengupas secara praktis seputar pemilihan MAWAPRES, yaitu :
1. ELYSA RIZKA ARMALA (yee,, saya lagi orangnya. Alhamdulillah)
2. VIVIEN ANJADI SUWITO (MAWAPRES FKIP 2014, 3r Runner Up Putri Pariwisata Indonesia 2014)
3. Mr. Dhaniel (juri MAWAPRES 2013-2014 di FKIP UR)
4. AZHARI SETIAWAN (MAWAPRES utama UR 2015)

Kita Berprestasi untuk Berbagi

Hujan turun. Ah, jam 9 ajalah ntar datangnya. Setidaknya aku masih bisa menulis blog dulu. Tapi, mulai timbul kegelisahan di hati, pesertanya gimana ya? Jangan-jangan acaranya sepi nih ntar. Jam 8.20, hujan reda. Aku bersiap-siap, bergegas ke Aula BEM FKIP UR bersama Rini. Azhari dan Pak Dahniel ternyata sudah tiba. Sementara peserta hanya beberapa, bisa dihitung dengan jari. Aku masih ke ruang BEM, ternyata kak Vivien belum datang.

Pukul 09.00wib, acara dibuka oleh Dek Okta.
Singkat saja. Lalu, kami ber-empat; Aku, Azhari, Pak Dahniel dan Kak Vivien, dipanggil ke depan. Masing-masing kami diberi waktu 20 menit untuk menyampaikan proses dan motivasi untuk menjadi MAWAPRES. Pak Dahniel yang pertama kali dipersilahkan berbicara, di tengah pembicaraan barulah kak Vivien nongol dengan jilbab pink-nya. Huft, syukurlah. Aku fikir kak Vivien tidak berjilbab. Baru deh setelahnya, aku yang maju. Ada Yudi, dek Teguh dan Rini yang duduk paling depan.

Hidup untuk MATI

Tibalah forum temu sapa pada temu tanya
seorang laki-laki tak asing di hati, bertanya
"Dorongan apakah gerangan memicu langkah tak henti melangkah?"
satu persatu dari genap 4 yang dipangku bicaranya menjawab
banyak gerangan-gerangan mendorong langkah rupanya
giliran aku kini
di awal, ku rata-samakan jawab persis yang sudah-sudah
sebab, banyak pula memang benarnya
lalu beringsut pada nasihat terbaik tiada tanding; KEMATIAN
itulah seharusnya dorong-semangat yang tiada boleh redam
bermuasal dari nasihat itu wujudlah karya berTuhan
bukan hanya onggokan tuan-tuan berkata
atau kata-kata bertuan tapi tidak berTuhankan Tuhan
Forum temu sapa-jawab
19 Maret 2015-Kamis