Minggu, 25 Oktober 2015

Pembicara PKTI PG PAUD



Nama acara : Pelatihan Karya Tulis Ilmiah
Tema : “Tingkatkan Potensi Diri melalui PKTI”
Penyelenggara : HIMA PRODI PGPAUD, FKIP UR
Waktu : 25 Oktober 2015

Tentang Pencapaian :
Ini adalah KEBETULAN yang tidak pernah DIDOAKAN. Ternyata pembicara pertama dalam PKTI ini adalah dek Teguh Pambudi. Aku merasa surprise banget sewaktu aku baru tiba, dan ternyata dek Teguh sedang membicarakanku di depan semua peserta. Ada yang yang lebih luar biasa lagi, setelah acara selesai dan dek Teguh sudah pergi, seorang panitia berbisik kepadaku; “Kak, Bang Teguh tu tadi nyebut nama Kakak terus loh! Dia bilang, modal menulis itu ada 2; Gagasan dan Perasaan. Kalau Gagasan, ya berarti tulisan kita arahnya lebih ke ilmiah sedangkan kalau tentang perasaan, arahnya lebih ke sastra. Nah, waktu Bang Teguh jelasin tentang modal perasaan itulah foto Kakak ditampilkannya. Dia bilang gini; ‘Kak Elysa ini setiap harinya menulis tentang perasaannya. Coba aja kalikan setahun! Udah berapa banyak tulisan yang dihasilkannya? Hanya dari modal perasaan saja.’ gitu Kak.” Aku tertegun. Ini impianku; disebut-sebut oleh orang lain tentang hal-hal baikku. Aku sangat bahagia mendengar hal ini. Oh ya, dalam PKTI ini aku menjelaskan tentang sistematika penulisan KTI secara umum. Sampai-sampai menuliskannya di papan tulis supaya lebih mudah difahami oleh peserta yang ternyata masih semester 3 dan 5 ini. Usai dari acara ini, aku bertekad menuliskan semua tentang ilmu menulisku di blog. Silahkan baca di nulisituasik.blogspot.co.id ya!

____MENULIS adalah caramu ber-INVESTASI ABADI. (Truly Elysa)

Sekonflik inikah Puisi?

Berpuisi mirip seperti sebuah petarungan
Membunuh makna yang satu
Menumbuhkan kata-kata baru
Ranum dan terkadang lebur dan luruh
Kata-kata tersulit
adalah terpuas serasa menang
Semakin tak mudah
Semakin senang tak bersudah
Sekonflik itukah berpuisi?
Bisakah kita berdamai dengan puisi-puisi sesejuk embun?

Oktober dan Puisi, 2015

DOA: Titip Yogya, Bogor dan Istana negara ya Allah..

Ya Allah, hamba yakin se yakin-yakinnya, hamba pasti bisa ke istana Negara, bisa ke puncak Bogor dan ke Yogya lagi dengan cara-Mu yang lainnya. Hamba memutuskan untuk tidak berangkat pun karena takut menzalimi diri hamba sendiri dan juga orang-orang yang membutuhkan hamba. Sementara di acara itu, insya Allah sudah sangat banyak orang luar biasa yang bisa berkontribusi. Peluk mimpi hamba ini ya Allah.. aamiiinnn.

Tiba-tiba terbayang wajah Indah, wajah Keysa, wajah Tasya. Nggak kebayang kalau aku harus cuti selama 2 minggu dari mengajar mereka. Ini bukan hanya tentan g propfesionalitas kerja, tapi juga tentang cinta dan tanggungjawab. Teringat pula dengan BAT 9 yang akan diadakan tanggal 7 nanti dan bang Wira sudah sejak jauh hari memintaku menjadi fasilitator. Teringat pula tentang resiko kalau aku tidak bisa ikut ujian nanti, tentu akan semakin lama penyelesaian SKRIPSIku ini. Bismillah, semoga inilah yang terbaik ya Allah. Aamiiiinn… Jika waktu mengizinkan, semoga aku berkesempatan ke Yogya lagi.

Puisi Terbit di Koran Pikiran Rakyat


Judul Puisi : Gerutu Hamba Negeri, Pidana tak Kasat Mata, Pada Tuhan Tinggal Percaya, Bukan agar
Negeri Ber-Mandiri-ri
Media Masa : Koran Pikiran Rakyat, Bandung
Waktu : 25 Oktober 2015

Tentang Pencapaian :
Puisi ini udah ku lupakan karena udah 3 bulan berlalu. Eh, ternyata terbitnya hari minggu kemarin. Padahal, baru saja paginya curhat ke seorang teman; "Belum pernah sekalipun puisi atau cerpenku dimuat di media massa loh. Yah, mungkin karena aku tekunnya sesekali aja untuk ngirim-ngirimnya. Aku lebih suka berkompetisi secara langsung dan riil daripada harus nunggu yang nggak pasti dan kalaupun terbit belum tentu dihubungi redakturnya. Kecuali kalau kita gigih mencari atau punya teman yang baik hari," keluhku. Keluhan ini sebenarnya sebuah elakan dan alasan dari sebuah pengharapan. heheeee.

Dan... hanya selang beberapa menit saja.. SMS dari nomor tak dikenal masuk ke HPku...
"Asalamuaalaikum elysaaa.. ciyeeee.. selamat ya puisinya dimuat di koran Pikiran Rakyat."
Ah, ternyata dia adalah saudariku yang telah lama tak saling sapa dan saling sua. Bagiamana aku tak kegirangan saat itu? Kejadian seperti ini sangat mirip dengan yang terjadi 2014 silam. Ketika aku curhat kepada seorang teman; "Aku pengeeeenn minimal sekaliiii aja menang lomba cerpen loh! Karena selama ini belum pernah menang dari berbagai perlombaan yang ku ikuti." Dan.... hanya butuh beberapa menit juga, aku langsung dikabari oleh seorang saudari di pulau seberang, bahwa cerpenku mendapatkan juara 2. Nggak nanggung-nanggung, aku pun diundang untuk menjemput piala itu ke kampus harum; Universitas BRAWIJAYA. How lucky am i. Alhamdulillah.. alhamdulillah..,alhamdulillah. Mungkin masih jauh dari kata SEMPURNA, untuk itulah aku belajar MENYEMPURNA.

____Hati-hati dengan DOAMU. Karena boleh jadi itu adalah DOA terakhirmu (karena setelah itu, Tuhan MNEJAWABNYA). (Truly Elysa)

Open Recruitment pada Kesukaan



“Haiii Elisssss?” suara Okta berganti dengan suara seorang wanita di seberang sana. Sepertinya aku mengenal suara ini.
“Kak Viviiiinnn? Apakabar Kakkk? Sedang ketemuan sama Okta ya Kak?”
“Kabar Kakak baik Lisss.. Iya nih, Kakak kan sedang ngeMC di SKA, kebetulan Okta main-main ke sini makanya ketemu. Ada Joni juga ni di siniii. Heemmm.. Elis sedang ngapain niii?”
“Sedang nulis Kaakkk.. ehhe.”
“Emang ya, salut banget dengan kegigihan menulisnya Elisss nihh! Ajarkanlah Kakak juga Dek, biar ketularan rajin nulisnya.”
“Elis rajin nulis dan Kakak rajin ngomong. Ya kan Kak? hehee. Kakak tuh,gigih banget ngomognya, ke mana-mana ngeMC terussss.”
“Hahhaah..iya ya, Kakak rajin ngomong sedangkan Elis rajin nulis. Gituu yaaa. Eh, tapi kayaknya jarang Elis share-share lagi ya tulisannya di FB? Kalau kemarin kan sering banget tuh linknya di share ke FB.”
“Hhehe, iya Kak, sekarang memang jarang, tapi nulis dan postingnya tetap kok Kak. Soalnya Elis udah punya pelanggan tetap Kak, alias pembaca rahasiaa. Jadinya nggak perlu dishare lagi karena mereka udah otomatis membaca. Hihiii.”
“Weewww, ngeriii dannkkk. Salut lah pokoknya dengan Eliss. Eh, nih-nih si Ariii,” kak Vivin langsung menyerahkan HPnya kepada Okta, mungkin waktu breaknya usai dan dia akan kembali manggung.

Ya Allah… aku semakin yakin bahwa KESUKAANku ini sangat berharga. Setiap kali berhenti memposting, selalu saja ada yang menagihnya. Dan, bahkan lebih dari itu, ternyata beberapa orang sudah ku ketahui rajin membaca tulisanku. Aku yakin, masih ada banyak lagi yang diam-diam MEMBACAku tapi belum ku ketahui siapa orangnya. Ya Allah, bantu hamba untuk terus menerus MENYUKAI KESUKAAN ini. Karena aku yakin, akan ada OPEN RECRUITMENT-Mu pada kesukaanku ini. aamiiin..amiin.. aamiiin.