Senin, 30 Maret 2015

Kau tidak HALAL Bagiku

Bukan lagi tentang dirimulah penasehat terbaik,
Tanpa menyentuh,
Tanpa berduaan,
Tanpa rayuan,
Tanpa ajakan sesat,
Bukan tentang itu.
Ini tentang kau yang belum/tidak halal bagiku.
Mei merenung, 2015

TIPS: Merawat Pakaian Agar Awet

Hellooo pengunjung setia blog saya...^_^
Selamat pagi semoga dimana pun anda berada, kebahagiaan selalu menyertai segenap aktivitas anda.*udah kayak penyiar radio aja. hehe.aamiin, aku mau-aku mau.

Pakaian adalah perhiasan juga pelindung diri.
Telah dijelaskan dalam surat An-Nur ayat 31 dan Al-Ahzab ayat 59 tentang ciri-ciri pakaian wanita yang sesuai tuntunan Islam. Semuanya tertulis dengan jelas di sana. Jadi, pakaian juga adalah pembeda. Nah, ngomong-ngomong soal pakaian nih, aku mau bagi-bagi tips tentang cara merawa pakaian supaya awet dan tahan lama dipakenya. Apalagi kalau itu pakaian kesayangan, tentu kita ingin melihatnya seperti baju pertama kali dibeli, bukan? Nah, cek tips-tips berikut :

Senin Macam Apa Ini, Rin?

"Heh, Jokowi... Banguunn!" Teriak Rini sambil melepas mukenahnya.
Aku masih menggeliat sambil berdehem. Sedang tidak sholat, makanya bisa bermalas-malasan sedikit, hehe. Waah,, selamat pagi Minggu... Semoga hari ini membawa banyak keberkahan. Aamiin. Aku beranjak dari tempat tidur, meraih gelas, menampung air dan meminumnya. Ini adalah kebiasaanku setiap pagi, supaya si dedek Ginjalnya terbantu kerjanya. Acian dia semalaman terus aja menyaring racun dari makananku. hiksss

Baju-baju yang ku gantung di kamar sudah cukup kering.
Ku nyalakan laptop. Sambil menyetrika aku mendengarkan siaran ulang Mata Najwa.

Miris, menyimak kasus polisi yang salah kaprah menangkap pelaku pembunuhan. Udah digebukin habis-habisan, dipaksa ngaku sebagai pembunuh bahkan disuap pula. Hey! Kamu bekerja untuk siapa? Untuk dunia? Hemmm, rendah sekali niatmu, tuan! Pas di persidangan, terbukti si terdakwa nggak bersalah. Syukurlah, Allah melindunginya dari fitnah. Dan, semoga si aparat yang tidak bermartabat itu segera bertobat. Aamiin. *emosi pula saya jadinya pemirsyaa.hehe.

"Rin, minta tolonglah sama Azhari. Diskusi sama dia siapa tahu ada saran yang klik denganmu."
"Iya nih. Kami kan penelitian pustaka, jadi nyari referensinya ini yang rempong. Kalau kalian kan ke lapangan. Untuk judulku ini susah kali nyarinya, El."
"Ke puswil yuk?" tanyaku.
"Boleh. Yuk! Sebenarnya kemarin aku udah ke sana juga dan belum nemu. Tapi, semogalah hari ini ada tambahan. El nyaa, nanti tiba-tiba bilang: Eh, Rin aku nggak bisa. Harus ke sini harus ke situ. halaaah, lalaap nya!" ledek Rini.
"Ndak doh. Ciyusss deh."