Aku masih menggeliat sambil berdehem. Sedang tidak sholat, makanya bisa bermalas-malasan sedikit, hehe. Waah,, selamat pagi Minggu... Semoga hari ini membawa banyak keberkahan. Aamiin. Aku beranjak dari tempat tidur, meraih gelas, menampung air dan meminumnya. Ini adalah kebiasaanku setiap pagi, supaya si dedek Ginjalnya terbantu kerjanya. Acian dia semalaman terus aja menyaring racun dari makananku. hiksss
Baju-baju yang ku gantung di kamar sudah cukup kering.
Ku nyalakan laptop. Sambil menyetrika aku mendengarkan siaran ulang Mata Najwa.
Miris, menyimak kasus polisi yang salah kaprah menangkap pelaku pembunuhan. Udah digebukin habis-habisan, dipaksa ngaku sebagai pembunuh bahkan disuap pula. Hey! Kamu bekerja untuk siapa? Untuk dunia? Hemmm, rendah sekali niatmu, tuan! Pas di persidangan, terbukti si terdakwa nggak bersalah. Syukurlah, Allah melindunginya dari fitnah. Dan, semoga si aparat yang tidak bermartabat itu segera bertobat. Aamiin. *emosi pula saya jadinya pemirsyaa.hehe.
"Rin, minta tolonglah sama Azhari. Diskusi sama dia siapa tahu ada saran yang klik denganmu."
"Iya nih. Kami kan penelitian pustaka, jadi nyari referensinya ini yang rempong. Kalau kalian kan ke lapangan. Untuk judulku ini susah kali nyarinya, El."
"Ke puswil yuk?" tanyaku.
"Boleh. Yuk! Sebenarnya kemarin aku udah ke sana juga dan belum nemu. Tapi, semogalah hari ini ada tambahan. El nyaa, nanti tiba-tiba bilang: Eh, Rin aku nggak bisa. Harus ke sini harus ke situ. halaaah, lalaap nya!" ledek Rini.
"Ndak doh. Ciyusss deh."
Jam 10.00wib perjalanan dimulai. Rencanaku menemani Yudi menemui bu Tantri urung. Karena, Yudinya aja belum ke kampus sementara bahannya masih sama doi. Ya udah deh cin, aku mending cap cuss aja ke puswil, supaya cepat pula selesai urusan si kawan ni. Aku udah BBM Azhari juga dan dia bersedia membantu si kawan ini. Semoga dia bisa skripsi segera. Aciaaan dia luntang-lantung gini, yah walaupun resikonya adalah aku akan ditinggalkan lebih dulu. hiksss.Di ujung Nangka, gerimis mengundang *kayak dangdut.
Langsung aja kami memasuki gedung puswil nan berbubaya ini. Aku minta tolong Rini mengambil beberapa fotoku di depan gedung, dan tahukah pemirsa apa yang dikatakan Rincek setelahnya?
"El, muka El tuh kayak kumpulan benjolan-benjolan loh."
SEE? Bayangkan kalimat itu pemirsahhh! Yah, aku nyadar sih emang badanku sedang subur banget nih. Huaaahh, aku butuh aerobik yang udah sangat lama dicutikan.hiksss.
"Benjolan apa aja, Rin emangnya?"
"Hidung berlemak, Pipi, Mulut, Dagu. Dah, itu aja dulu. Cukup!"
Hhaa, apa-apakah si kawan satu ini. Tapi, karena saya orangnya sabar ya tidak masalah dikatain begitu. *karena memang bener, hehe. Dari rak Politik, aku beranjak sendiri ke rak Bahasa dan mengambil beberapa buku bahasa Inggris dan duduk di bangku tinggi sambil memandang hujan yang menjadi-jadi di luar sana. Suasana yang sangat romantis, ah andaikan saja ada suamiku di sini. *loh!
Kami naik ke lantai 3 dan ternyata tidak ada bacaan yang asyik. Lanjut lagi ke Bilik Melayu di lantai 4. Wah, kenyang banget kalau mau baca tentang kemelayuan di sini. Ada ruang khusus dipisahkan dengan rak-rak buku umum lainnya. Ruang baca dan ruang diskusinya juga spesial. Posisinya ke arah sebelah kanan dari tangga, kalau rak buku umum ke sebelah kiri. Kece banget dah nih pustaka. Setelah mengangkut banyak buku melayu ke bangku baca, aku melahap semuanya *tapi sekilas saja, eheh. Terakhir, aku menemukan buku PUISI ESAY. Oh, dia rupanya yang telah mencetuskan jenis puisi esay yang juga ku idolakan. Ini nama orang luar biasa itu: DENNY JA. Subhanallah, aku akan mencetuskan apa ya kira-kira? *mikir. merenung. menerawang.
Kami turun dengan lift dan di depan gedung pustaka, aku bertemu Tina, teman SMAku yang banyak sekali berubahnya sekarang. Semoa saudariku ini pun semakin baik akhlaknya ya Allah, aamiin. Dia menyalamiku plus mendekatkan ke dahinya. *serasa emak-emak aja aku. "Assalamualaikum, Mak," Kata Tina. Kan beneerrr! hiksss. Hanya sempat tanya jawab kabar dan kami berpisah. Dia pun kelihatannya tidak terlalu ingin bicara banyak. Ya syudahlah!
Aku menunggu Rini shola Zuhur di mushola pustaka. Sebelum helm di pasang, aku ngeksis lagi. Semoga si kawan ini nggak lelah ya pemirsaahh. hehee. "Kita makan dimana nih, Cek?" tanyaku. Motor sudah ku belokkan ke jalan A.Yani. "Ampera ajaj, Cin. Murah meriah. Cucok buat kita-kita yang sedang bokek ini." Cuss kami ke Ampera di jalan Sukajadi. Aku ber-lauk-kan Ikan Salai kesukaan dan Rini ber-lauk-kan Ikan Lele. Enak banget pemirsa, meskipun tempatnya sederhana tapi soal rasanya bolehlah bersaing dengan Ampera raksasa. hehe
Lanjut pulang. Tapi, menjelang ujung Sukajadi, gerimir mengundang lagi. Huaah, semakin lama rintiknya semakin mengganas.
"Kita berhenti dimana?"
"Lanjut aja dulu, selagi sanggup," jawab Rincek.
"Matahari kemana arahnya?" eh, si Ricek malah ngelihat ke langit. Salah kaprah nih anak.
"Woy, Matahari Plaza Citra loh, Cek! Piye iki!" jelasku lagi.
"Oh,, haha. Itu di depan sana. Kenapa? Mau ke sana?" Tanya Rini. Mungkin dia heran, uang nggak punya, ngapain ke sana?
"Iya. Yuk main ke sana! Berteduh kita sambil cuci mata."
"Hayuuukkkkk..."
Cusss, kami berjalan dan berfoto ria dari lantai ke lantai. Serasa mall ini milik kami berdua. Nggak peduli orang bilang kami kurang kerjaan atau sok narsis haha emang kami fikirin. Dan, yang paling lama itu adalah foto ria di bioskop Studio 88 di lantai 5. Asyik banget cin, pas nemu spot yang ece badai buat selfi-selfian. Padahal, niatnya tadi cuma mau lihat-lihat film terkini. Ada beberapa film horo yang kayaknya seru tuh. Tapi, tunggu ntar muncul di flash disk aja deh. haha
Huja syudah reda. Bahkan tanah sudah mengering. Hha, nggak nyangka udah sejam aja mainnya tadi. Panam lembab. Sama saja hujannya ternyata. Aku membawa Rincek berkunjung ke BEM FKIP. Ada Novi di sana yang minta dikoreksika KTInya dan ada Okta+Key+Rahel yang minta aku moderatori acara mereka Kamis depan tentang politik perempuan. Tapi, lagi-lagi hujan turun jam 17.00wib bahkan lebih deras daripada yang di Nangka tadi. Syudahlah pemirsa! Kita nikmati saja rintiknya dalam kebersamaan ini. Selanjutnya, dek Monik minta tolong koreksikan PKM-GTnya. Alhamdulillah, bisa ku bantu sebisanya. ehhe
"El, tempat sholat dimana?" tanya Rincek.
"Lah?"
"Aku belum sholat, El," rengeknya.
Sadarlah aku bahwa di BEM FKIP nggak ada mukena meskipun toilet ada. Jam sudah menunjukkan pukul 18.00wib tapi hujan belum juga mereda. Aku berusaha cari akal. Ah, siapa tahu batik panjang untuk alas meja itu bisa ku pakai. Tapi, begitu ku dekati ternyata sudah terpaku dengan mejanya. Jam kini ke jarum 18.10wib. Ah, nggak ada pilihan lain selain pulang. Lagipula sebentar lagi Maghrib.
"RIn, kita pulang."
Biasanya dia akan bilang, masih hujan El nanti kita sakit. Tapi, kali ini dia nggak jawab apa-apa. Mungkin dia faham. Harus rela kebasahan air hujan atau kehilangan sholat Ashar. Aku melaju. Gas motor naik turun, nggak stabil. Aku yakin, minyaknya nyaris kandas sudah. Aku hanya berdoa dalam hati, Ya Allah, sisakan waktu untuk Rini. Sampaikaan kami segera. Sampaikan kamiiiii. Maafkan aku yang lalai mengingatkan teman. Maafkaaan ya Allah. Maaaffff. Sempat ingin singgah ke rumah bang Un, sekalian ngisi minyak. Tapi, baju sudah basah. Justru nanti kalau lama-lama kedinginan beneran jadi sakit. Ah, aku melanjutkan arah ke kosan. Daaaan, alhamdulillah berhasil juga motor kesayanganku membawa kami hingga sampai.
"Cepaaaaaat sholaaaaaat, Rin," teriakku ketika motor baru berhenti.
"Arasssssoooh," jawab Rini sambil berlari.
3 Menit setelah dia sholat, azan berkumandang. Huft! Nyarissss!
Yudi katanya mau datang untuk mengkonvert data. Tapi, hujan masih belum ingin berdamai. Ntah bagaimana nasib dek Nove dan kawan-kawan yang masih di BEM tadi. hiksss maaf kakak nggak bisa nolong kalian. Doakan kak cepat punya mobil yaah, hehe aamiin.
"Kita makan mie aja yuk, El" ajak Rini.
"Mie apa?"
"Mie rebus. Kita rebus aja pakai magic com. Belu sama kak Dewi."
"Hiksss,,, ya udah lah Rin. Kita prihatin ya makan malam ini. hiksss."
Alhamdulillah, sekalipun cuma makan mie dibagi 2, kami tetap bahagia dan semoga makanan ini membawa berkah. Saksi hidup diperantauan sebagai pencari ilmu. aamiin.
Nungguin foto untuk blog terupload bikin aku ngantuk. Jangankan mengkonvert file PKM dari Yudi, bahkan emailnya saja belum ku buka dan aku syudah tertidur hingga pagi. Posisi laptop tepat di bawah kakiku. Ntah apa jadinya kalau tidurku lasak. Hiksss. Maafkan daku tubuhku, karena tidur tanpa rencana sehingga bangun pagi kayak belum siap. hehe. cap cusss cinnn.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar