Senin, 19 Oktober 2015

Antara Keridhoan dan Kesukaan

Kesulitan menemukan kebaikan sesulit kesulitan menentukan kesukaan. Semua pencarian didahului oleh percobaan. Aku mencoba banyak hal demi menemukan aku yang sesungguhnya. Ku fikir, hal itu tak jauh berbeda dalam menghubungkan kesukaan dengan keridhoan. Bukankah jalan meraih ridho itu sangat banyak? Kita tidak pernah tahu pada kesukaan mana kita peroleh ridho yang paling ridho

Oktober penuh Ridho, 2015

Inspirasi: Cewek tetaplah Cewek



“Haiiiiiiiiiiii! Apakabaarrr?” sapaku kepada Jhon, Teguh dan Yudi.
Tapi, Teguh dan Yudi malah sibuk berdua. Ntah membahas apa, sepertinya sedang ada project yang tak disengaja. Aku pun menyibukkan diri ngobrol dengan Jhon. Mendengarkan ceritanya seperti ini mengingatkanku ke beberapa bulan yang lalu ketika kami pernah syuting bersama untuk penggarapan KTI. Dia masih tetap seperti hari kemarin; Rapi, berwibawa, kadang melucu tapi tetap friendly.
“… ternyata cewek itu tetaplah cewek ya Kak. Kemarin aku ngasih puisi untuk temanku. Awalnya dia marah-marah sama aku, eh pas ku kasih puisi yang ku tulis di atas kertas itu dia malah kesenangan kali. Sampai dijadikan DP, difoto-fotonya bahkan kata temannya sampai dipajang di kamarnya. Hahaha. Lucu kali.”

Peserta Pemilihan Duta Lingkungan kota Pekanbaru


Nama Acara : Pemilihan Duta Lingkungan kota Pekanbaru 2015
Penyelenggara : Badan Lingkungan Hidup kota Pekanbaru
Waktu : 19-21 Oktober 2015
Judul Karya : Panen Air Tanah dan Panen Air Hujan sebagai Upaya Konservasi Sumber Daya Air guna Mewujudkan Pekanbaru sebagai Green City.

Tentang Pencapaian :
Niatku untuk membawa-serta dek Novi dan dek Teguh tidak tercapai, hanya Okta yang berhasil ku boyong dalam ajang perdana ini. Setelah 2 minggu berlalu sejak deadline penyerahan berkas itu, hari ini tiba masanya kami mempresentasikan tulisan kami. Seleksi dilaksanakan 3 hari dan di masing-masing hari ada 6-7 peserta presentasi. Aku dan Okta mendapat hari pertama, yaitu tanggal 19 Oktober. Aku yakin, bukan hanya aku dan Okta saja yang tidak menguasai bidang ini. Tapi, kami adalah orang-orang yang nekat belajar untuk bisa memberikan manfaat yang lebih besar. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar, baik aku atau pun Okta, sama-sama berhasil tampil dengan maksimal. Aku menyadari bahwa seleksi ini belum bisa disebut prestasi, tapi bagiku, tahap seleksi ini adalah sebuah PENCAPAIAN. Maka, aku menghargainya dengan cara menuliskannya. ^_^ 


____Hargailah pencapaianmu dengan MENULISKANNYA! (Truly Elysa)