Selasa, 26 Mei 2015

Belum Tentu

Orang yang bertepuk tangan untukmu, belum tentu bangga kepadamu
Orang yang tersenyum kepadaku, belum tentu ramah kepadamu
Orang yang mengatakan 'kamu hebat!' kepadamu, belum tentu benar adanya begitu
Orang yang menepuk pundakmu, belum tentu sepenuhnya mendukungmu.
BELUM TENTU.

Aku belajar dari hari ini, 26 Mei 2015

Doa: Siapkan Aku untuk Selalu Siap

Selintas, aku memandang ke arah Rini. Ntah dengan siapa saudara sekamarku setelah Rini. Sudah tak terbantahkan lagi tentang niat Rini untuk segera pulang setelah ini. Beberapa sosok bermunculan silih berganti di benakku; adakah salah satunya yang terlihat cocok denganku? Ternyata tidak ada. Aku tak yakin bisa. Akankah aku sendirian saja?
Fikiranku melambung, meretas kegelisahan tentang segala ketidakpastian di masa depan. Hingga bermuara pada kepulangan yang sudah tentu pasti; Kematian.
Ya Allah, jika Engkau bertanya terlebih dahulu setiap kali Engkau akan ‘menjemput’ kami, kami pasti akan selalu menjawab, ‘Ya Allah, tunda dulu, aku belum siap.’ Untuk itulah Engkau selalu memberi kejutan tentang kapan kami akan Engkau bawa pulang ke ‘kampung halaman.’ Tentang ini, Engkau ingin mengajari kami untuk selalu siap setiap saat. Karena kesiapan adalah hasil dari persiapan, bukan penundaan.

TT Duta Bahasa; Jangan Kurangi Cantikmu



Kemarin, aku sempat salah konsep. Bangun jam 3 dini hari untuk tahajud dan ngeblog karena ntah bagaimana ceritanya quota internetku ternyata ada 12.000gb untuk pukul 12 malam sampai jam  7 pagi. Tapi, karena aku belum nulis apapun dan foto-foto belum ada yang diedit, maka jadilah jam 3ku itu ku isi dengan hanya berselancar di FB. Ah, mubazir banget waktuku. Seharusnya aku sudah mengetikkan cerita dan pagi ini tinggal mempostingnya.
Aku malah ngantuk dan kepalaku pusing. Akhirnya ku bawa tidur lagi. Eh, bangunnya malah jadi jam 5 lewat, huaaahh. Memang, waktu yang paling ideal itu ya tidur jam 11 bangunnya jam 4 pagi. Atau kalau bagiku, tidur jam 1 malam aja setelah posting cerita di blog. Lebih tenang, lebih gampang mikir dan bangunnya tetap di jam yang sama juga. Kalau pagi tuh, agak susah mikir akunya brooo hehe.
Pagi ini, aku memposting 1 cerita dan 1 puisi sampai pukul 07.00wib. Lalu, aku berkemas untuk seleksi Duta Bahasa Tahap 1 pagi ini. Jangan sampai terlambat! Aku menggunakan dress berwarna peach dan dibalut dengan blazer hitam. Oh ya, sepatu baru peachku juga ku pakai pagi ini. Perfect!
"Kak, besok jam setengah 8 ya tesnya..”
Kalimat Novi semalam terngiang lagi. Ini sudah pukul 07.12wib dan aku baru saja beranjak dari candu blog. Alhasil, aku buru-buru bersiap-siap, Dhuha pun tak sempat. Sebelum aku memasuki pelataran Balai Bahasa, aku melihat banyak orang yang berdiri di depannya. Ah, baguslah kalau ternyata aku tidak terlambat.