MENULIS adalah AKU; caraku beristirahat, caraku memaafkan, caraku mencintai dan caraku hidup abadi.
Kamis, 12 Maret 2015
Selamat Untuk yang Ber-Proposal
Lokasi:
London, UK
Selamat ber-PROPOSAL buat Yudi
Hari ini adalah sepesial momen buat sahabatku; Yudi. Tentu, aku akan menyempatkan sempat sesempatnya sempat untuk menyaksikan hari bahagianya. Aku dan Rini bergegas meraih labor HI pukul 10.00wib. Suara Yudi yang menyambut kedatangan kami. Ah, sudah mulai dia ternyata. Aku dan Rini segera duduk di belakangnya. Yudi tidak mengetahui kehadiran kami karena posisi duduknya membelakangi penonton -menghadap kepada dewan juri. Andin udah diajak tapi nggak mau katanya. Rasa khawatirnya terhadap pertanyaan orang lain kepada dirinya mengalahkan rasa kebersamaan dalam ikatan keluarga Januari. Ah, agaknya hanya dia yang sejak awal hatinya tidak sebenar menyatu dengan yang lainnya.
Benar rupanya, dia menggunakan slide ppt milikku.
Aku tahu dia berdebar. *setidaknya itu yang sering dikatakan para terdakwa ujian, haaha.
Setelah presentasi, giliran penguji menguji apa yang Yudi tidak mengira akan diuji.
Masukan diterima, pertanyaan dijawab sebisa. Ujian selama 30 menit usai dengan penuh kelegaan.
Di luar ruangan, aku, Rini, Teguh, Zikron dan beberapa yang lainnya menyalami dan men-selamatinya. Andin tidak di sini, malas bertemu para penanya skripsi katanya.
Semestinya dia hanya perlu memutuskan syarat malunya kali ini untuk Yudi yang sama-sama sahabat Januari. Lia sibuk di DPM dan nggak bisa nyelip-nyelip kemari.
Benar rupanya, dia menggunakan slide ppt milikku.
Aku tahu dia berdebar. *setidaknya itu yang sering dikatakan para terdakwa ujian, haaha.
Setelah presentasi, giliran penguji menguji apa yang Yudi tidak mengira akan diuji.
Masukan diterima, pertanyaan dijawab sebisa. Ujian selama 30 menit usai dengan penuh kelegaan.
Di luar ruangan, aku, Rini, Teguh, Zikron dan beberapa yang lainnya menyalami dan men-selamatinya. Andin tidak di sini, malas bertemu para penanya skripsi katanya.
Semestinya dia hanya perlu memutuskan syarat malunya kali ini untuk Yudi yang sama-sama sahabat Januari. Lia sibuk di DPM dan nggak bisa nyelip-nyelip kemari.
Lokasi:
Bhasa, West Bengal, India
Inspirasi: Aku Memilihnya karena Sholatnya
Setiap kali mendengar teman akan menikah, sedikit
banyaknya aku mengamati dia dan pasangannya. Kadang, kalau aku tahu dia
bagaimana, aku bertanya di dalam hati, “Kok si anu tu mau sama dia ya? Apa yang
dia sukai?” Dan, pertanyaan lanjutannya adalah, “Kalau dia malas sholat, apa
lagi sih alasan kita mau dinikahi olehnya? Allah aja ditinggalin, apalagi kita
yang lemah ini?” Kalau suatu saat nanti dia jahat, setidaknya kita nggak
menyesal telah memilihnya karena alasan yang diridhoi Allah, “Aku memilihnya
karena sholatnya.”
Langganan:
Postingan (Atom)
