Kamis, 12 Maret 2015

Selamat Untuk yang Ber-Proposal

Semoga yang baru berlalu jadi pencerah
Semoga yang akan dilalui jadi pelengkap
Untuk dirimu yang tiada memiliki amarah
Hanya ramah yang ber-tembang

Usai Proposalnya, 12 Maret yang selamat di 2015

Selamat ber-PROPOSAL buat Yudi

Hari ini adalah sepesial momen buat sahabatku; Yudi. Tentu, aku akan menyempatkan sempat sesempatnya sempat untuk menyaksikan hari bahagianya. Aku dan Rini bergegas meraih labor HI pukul 10.00wib. Suara Yudi yang menyambut kedatangan kami. Ah, sudah mulai dia ternyata. Aku dan Rini segera duduk di belakangnya. Yudi tidak mengetahui kehadiran kami karena posisi duduknya membelakangi penonton -menghadap kepada dewan juri. Andin udah diajak tapi nggak mau katanya. Rasa khawatirnya terhadap pertanyaan orang lain kepada dirinya mengalahkan rasa kebersamaan dalam ikatan keluarga Januari. Ah, agaknya hanya dia yang sejak awal hatinya tidak sebenar menyatu dengan yang lainnya.

Benar rupanya, dia menggunakan slide ppt milikku.
Aku tahu dia berdebar. *setidaknya itu yang sering dikatakan para terdakwa ujian, haaha.
Setelah presentasi, giliran penguji menguji apa yang Yudi tidak mengira akan diuji.
Masukan diterima, pertanyaan dijawab sebisa. Ujian selama 30 menit usai dengan penuh kelegaan.
Di luar ruangan, aku, Rini, Teguh, Zikron dan beberapa yang lainnya menyalami dan men-selamatinya. Andin tidak di sini, malas bertemu para penanya skripsi katanya.
Semestinya dia hanya perlu memutuskan syarat malunya kali ini untuk Yudi yang sama-sama sahabat Januari. Lia sibuk di DPM dan nggak bisa nyelip-nyelip kemari.

Inspirasi: Aku Memilihnya karena Sholatnya

Setiap kali mendengar teman akan menikah, sedikit banyaknya aku mengamati dia dan pasangannya. Kadang, kalau aku tahu dia bagaimana, aku bertanya di dalam hati, “Kok si anu tu mau sama dia ya? Apa yang dia sukai?” Dan, pertanyaan lanjutannya adalah, “Kalau dia malas sholat, apa lagi sih alasan kita mau dinikahi olehnya? Allah aja ditinggalin, apalagi kita yang lemah ini?” Kalau suatu saat nanti dia jahat, setidaknya kita nggak menyesal telah memilihnya karena alasan yang diridhoi Allah, “Aku memilihnya karena sholatnya.”