Selasa, 18 Agustus 2015

Nasehat: Sholat 6 kali di Gaza

"El, dengerin ya. Aku baca di BBM nih barusan; Kami di Gaza selalu sholat 6 kali dalam sehari. Yang pertama sholat Isya, Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib dan…
“Dan solah Dhuha?”
“Dan, sholat Jenazah.  Ya Allahhh… ngeri kali aku bacanya Elll.”
“Iyaa ya Rin, kasihan banget mereka. hemmm..” aku terdiam sejenak, menunduk. “Makanya, ktia nggak boleh malas. Dengan kebebasan dan keamanan kita di sini, kita seharusnya bisa lebih banyak lagi berkarya untuk bangsa Rin. Keep semangat Bung!”
“Semangat Bung!” balas Rini.

Menolong Diri untuk Menolong Orang Lain


Aku bergeser sedikit ke sisi kanan tempat tidur, supaya Rini bisa sholat menghadap ke kiblat, bukan menghadap kepadaku. Hehe. Setelah itu, perlahan aku tertidur lagi. Sayup-sayup ku dengar suara Rini mulai mengaji.
Eh, ini kucing mana? Kok lembut kali bulunya? Gumamku.
Ku sipitkan mata dan melirik kepada kucing yang baru saja berlabuh ketiakku. Hissss,,, emang harum y anis ketiak ekee? Ternyata kucing laki-laki yang warnanya hitam-putih. Ku biarkan saja dia tidur dan aku pun ikut tertidur.
“Rin, ini kucing kok jadi manja gini ya sama aku? Bukannya dia biasanya preman dan galak ya? Ini kok sok sweet gini tidur di deket aku?” tanyaku yang baru saja terjaga. Si kucing udah pindah ke dekat pinggangku.
“Ntah tuh. Tumben mau deket-deket dia sama kita.”
“Wahhhh! Jangan-jangan dia mau POSESIF-in aku ya Rin? Atau jangan-jangan dia mau minta izin buat ngelamar aku? Waduuuhh Nissss…aku belum mau nikah lohh!”
“Udah gilak nyaa?”
Setelah cuci muka, aku langsung menekuni lagi PROPOSALku yang harus ku bawa ke hadapan pak Danur dan pak Suarman. Tangan kananku mengendalikan keyboard sambil terus meneliti tulisan-tulisanku, sementara tangan kiriku sibuk mengelus-elus leher si ganteng. Tapi, tiba-tiba di lari ketika kucing abu-abu nongol dari balik tempat tidurku. Oh, ternyata sejak tadi dia sedang nungguin pujaan hatinya toh!
“Tadinya aku fikir dia tulus sama aku Rin! Tapi ternyata aku hanya pelarian belaka!”
“Heemmmm…” jawab Rini, datar.
Ku relakan kucing itu pergi dan memilih yang lain. PROPOSALku jauh lebih penting daripada si ganteng.

Jangan Ungkap Bila Tak Siap

"Ungkapkanlah hatimu! Atau kau akan menyesal seumur hidup.”
Setengah menyetuju
Setengah menolak
Bagiku, mengungkapkan hati berarti siap dituntut oleh hati
Harus siap hatimu dimiliki
Harus siap hatimu dilukai
Ini tentang hati, Bung!
Bukan tentang siapa yang berani dan siapa yang grogi
Kalau belum siap, kenapa buru-buru mengungkap?
Bukankah diam itu anggun?
Lalu bicaralah pada masanya.


Agustus selalu punya cerita, 2015