Minggu, 24 Mei 2015

Inspirasi: Dilarang tapi Dilanggar


"Rin, perhatiin nggak sih kalau disetiap bacaan, DILARANG BUANG SAMPAH DI SINI malah di situlah banyak orang buang sampah?”
“Hahaha.. bener-bener-bener. Emang parah kalilah kita nih ya? Dilarang malah semakin suka dilanggar. Kasihan banget nasil si pembuat tulisan hehe.”
“Aku pernah baca di sebuah simpang, YA ALLAH, LAKNATLAH ORANG YANG MEMBUANG SAMPAH DI TEMPAT INI. Itu mungkin saking sakit hatinya ya? huaaahh..”

Sementara jadi Cinta

Biarlah kesementaraan tetap ku takuti
Asal hati masih bisa mengenal Cinta
Karena pada akhirnya Cinta akan menggantikan segala sementara
Bahkan janji pun tidak akan sanggup menyaingi Cinta
Cinta tetaplah kan jadi kita

Mei dalam Cinta, 2015

Pembicara dalam acara IMAMI

Nama Acara : Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) sempena milad IMAMI (Ikatan Mahasiswa Minang) Universitas Riau ke-15
Penyelenggara : IMAMI Universitas Riau
Waktu : 24 Mei 2015
Judul Karya : -

Tentang pencapaian :
Sejak awal diminta menjadi pembicara, aku sudah bertanya kepada panitia bahwa aku kurang mampu berbicara kalau konteksnya adalah kepemimpinan. Tapi, panitia hanya berkata, “Kakak memotivasi teman-teman IMAMI aja supaya bisa berprestasi di kampus.” Dan, hari ini tiba juga. Bang Yulan adalah pembicara pertama yang menyampaikan materinya dengan sangat berapi-api dan menegangkan. Akhirnya, ketika giliranku tiba, aku mendadak dapat ide untuk memberikan motivasi dengan gaya dan bahasa tubuh yang ceria dan fun. Soalnya aku lihat mereka pun masih pada tegang setelah melihat bagaimana bang Yulan berbicara tadi. Alhamdulillah, selain dapat parcel dan plakat, aku dan Rini juga dikasih free lunch. Yap, Rini ada di sini sejak tadi. Padahal, aku udah nyuruh dia pergi aja daripada boring menungguku, tapi dianya ngeyel dan mau tetap di sini. Setelah aku tampil, Rini bilang, “El hari ini kerenn bangeet,” jarang-jarang loh Rini muji kayak gitu. hehe, Alhamdulillah.

___Sahabat sejati itu tidak akan pergi meninggalkanmu (Truly Elysa)

Ketika Namaku Disebut Berulang Kali


Teringat bahwa hari ini ada janji memaksa tubuh lelahku untuk tetap pergi. Padahal, raga masih menagih untuk diistirahatkan. Setelah sarapan dan sempat tertidur kembali, aku bergegas ke Ruang Serbaguna FKIP bersama Rini. Ternyata acara bahkan belum dimulai, tadinya ku fikir sudah terlambat. Akhirnya aku ke BEM FKIP Celebration di halaman samping Pendidikan Bahasa Indonesia. Ada perlombaan Rangking 1 ternyata dan Okta jadi MCnya. Aku duduk di antara finalis KTI Nasional yang luar biasa.
“Eh, ternyata ada kak Elis di sana. Hai cantiiik?” sapa Okta. Aku salah tingkah.
tak habis di situ, setelah perlombaan usai, mulailah ia bertingkah lagi.
“Duh, kita mau ngapain nih, Robi?” tanyanya kepada dek Robi di sebelahnya.
“Oh ya, setelah ini ada penampilan dari kak Elis untuk bernyanyi. HIMA PEKON setuju kannnnn?” lanjutnya lagi dan disahuti dengan teriakan ‘setuju’ oleh adik-adikku di stand HIMA PEKON.
“Kak Elis ini adalah orang yang luar biasa. Sudah sering menang ini itu, sudah pernah ke luar negeri. Nah, bagi yang mau nanya-nanya info lomba apa pun, silahkan tanya langsung aja. Lihat tuh hijabnya cantiiik kan? Silahkan belajar berhijab dengannya. Oh ya, kalau  teman-teman mau tahu aktivitas hariannya, silahkan langsung berkunjung ke blognya, elysa.rizka.blogspot.com yaa. Ada cerita tentang gueee juga loh di sanaa…yeeyyy.”