Selasa, 29 September 2015

INFO: Luka di Bibir Selalu Jadi Sariawan

"Rin, kalau gusi atau lidah kita udah terluka –ntah itu karena kebablasan waktu nyikat gigi atau kegigit, pasti ujung-ujungnya jadi sariawan kan Rin? Perhatiin nggak?”
“Iya yaaa..”
“Nah, itu karena kuman-kuman di mulut kita menginfeksi luka tadi Rin. Makanya, kalau udah luka, pati jadi sariawan deh. Nggak mungkin nggak.”
“Ohhh…gituuu ya teorinya.”
“Makanya, kalau sikat gigi itu harus hati-hati, makan juga hati-hati, supaya nggak terluka.”

Aku nggak mau Dipoligami!



 “Mbakkkkk, ayoklah kita jalan-jalan. Nanti nggak jadi lagi haaa,” pinta Moza.
“Iyaaa…besok pagi Mbak Ela udah pulaang,” tambah Salsa.
“Yoklahhh Yoookk!” aku segera bangkit, memakai jilbab dan ke dapur.
“Loh, Mbak Ela tadi ke manaa?” Salsa sadar beberapa saat kemudian dan meninjau seisi rumaah.
“Bocah-bocaaaahhhhh… sini kita jalan-jalaaann! Katanya tadi mau jalan-jalaaann,” teriakku dari belakang.
Moza melihatku dari pintu dapur yang langsung mengarah ke pekarangan belakang. “Apalah Mbah Elaa niiii! Nggak nggenah (baca: nggak jelas).”
“Loh, tadi katanya ngajak jalan-jalaaann?” tanyaku kembali sambil terus berjalan ke sana ke mari di sekitar jemuran. Wkwkwkwk.
“Iya, tapi nggak jalan-jalan di sini. Jalannya ke jalan lah kitaaa,” jawab Moza.

Rumus dari Mami

Rumusku :
"Daripada hanya dihampiri sementara, lebih baik jangan hampiri aku sama sekali!"
ternyata salah.
Rumus mami jauh lebih baik :
"Silahkan datang. Silahkan pergi. Aku tak pernah mengundang. Aku tak pernah melarang."

September, apa kabar? 2015