Aku mengenalnya bukan seperti puisi yang tersusun dari
rintik hujan, bukan jua dari petikan dawai yang menciptakan musik. Atau dari
sajak melarik indah dalam lafaz pujangga. Tapi aku mengenalnya seperti kertas
yang membutuhkan tinta. Untuk menuliskan apa arti dari menulis. #pejuangpena.Sambutanku :
Aku mengenal Yudi sejak 2 tahun silam. Ketika itu, ia dan sahabatnya sedang membacakan puisi dalam penutupan MTQM Universitas Riau. Lalu, kami benar-benar menjadi sahabat dan keluarga di dalam buku Tentang Januari. Kami telah saling berjanji untuk kembali ke sini kemana pun raga nanti pergi. Sebab Januari bukan sekedar pembaru mimpi, tapi juga penyatu hati. Aku menjuluki Yudi sebagai sahabat tanpa Dendam. Sebab, semarah/menyebalkannya aku, ia tetap membalasnya dengan senyum tentram. Semoga yang baik akan selalu diingat dan yang buruk selalu dimaaf. Silahkan berteman dengan Yudi di FB: https://www.facebook.com/yudi.muchtar.1
