Selasa, 10 November 2015

INFO: Bebas sakit kepala dengan Menulis

"Ciyeee…yang tulisannya udah banyak di blogggg…” pujiku kepada Lia.
“Ehhh…mu baca yaaa?” tanyanya.
“Iyaa donk. sihiiyy! Udah rame aja nih blog, kataku semalam. Aku memang sedang ngecheck beberapa blog yang pernah ku bimbing. Alhamdulillah, nemu yang udah ada peningkatan. Hehee.”
“Ya iyalah. Emaknya udah ribuan, masak anakanya seratus aja belum ada.”
“Yang tentang review film tu kata-katamu sendiri?”
“Iya. Aku yang nulis.”
“Sumpah itu rapi banget Ciiin. Bener-bener rapi. Aku aja bacanya senyum-senyum.”
“Iya yaa? Alhmdulillah kalau gituuuu. Sungguh, luar biasa banget loh Cin rasanya setelah menuliskan semua itu! Kalau diniatin, emang apa yang ada di dalam kepala itu mengalirrrr aja. Benar-benar lega setelah semuanya tertulis. Kan itu udah ku tulis di FB sebelum ku post di blog. Mu belum baca ya?”

“Rasanya nggak ada terbaca yang itu di FB deh! Oh ya, aku kan kemarin pernah malas-malasan, nggak ada nulis selama 2 hari Ciin. Jadi, kepalaku ini sakiiit banget rasanya. Kalau dipijat tu nggak tersentuh bagian sakitnya ntah di mana, pokoknya rasanya itu berdenyut-denyut banget di bagian kanan dalam. Dan, hari itu aku paksain lah nulis dari pagi sampai sore, aku nggak ada ke mana-mana selain nulis di kamar Cin. Eh, sorenya sakitnya ilang dengan sendirinya. Aku baru tahu Ciinn, ternyata salah satu penyebab kerusakan otak itu adalah ketika otak nggak digunakan.”
“Iya yaaa… masya Allaah… karena menulis itu kan menuangkan fikiran ya Ciinnn. Ada proses berfikir di sanaa.” Bukan hanya Lia yang terkejut, Yaumil, Nurisa, Novi dan Ratih juga terkejut dengan pernyataanku barusan.

Selamat Ulang Tahun Ummi

Kamu pernah membuatku salah tingkah
Ketika menanyakan kabarku
Dan ketika ku jawab
Malah kamu memujiku
Memaklumi ketiadaanku selama ini
Karena segudang kesibukanku
terimakasih untuk selalu berbaik sangka padaku... ^_^

Pagi ini, sebuah doa ingin sekali ku berikan kepadamu
Dengan cara spesial yang tak banyak dilakukan orang
Dalam tulisan ini, akan ku tuliskan doa itu

Selamat bersempurna usia yaa...
Semoga semakin sholeha
Semakin taat kepadanya
Lalu berbakti kepada kedua orang tua
Berguna bagi sesama
aamiinn..

Tiada harapan Tuhan yang terbesa selain agar hidupmu Besar
Jadilah orang besar yang membesarkan sesama
Kelak... ketika menjadi nyata. aamiinn

Untuk Ummi Kalsum, PE 2011.
11 November 2015

Jaga Ia dalam Penjagaan-Mu..



Ini sudah pukul 1.14wib dini hari tapi mata ini masih enggan terpejam. Kantuk sebenarnya sudah mengetuk sejak tadi, tapi resah di hati belum bisa juga diajak kompromi. Aku udah main Instagram, WA, BBM, bahkan udah buka FB juga untuk nyemprot tuh buaya, tapi masih juga akunya belum ngantuk. *eh, tentang nyemprot menyemprot itu belum aku lakukan kok, aku hanya takut malah nambah masalah kalau aku ikut campur. Mending aku diam dan perang dingin aja. hihii.

“Kenapa dia bohong Lis? Kenapa nggak ngaku aja? Ini yang menyakitkan banget,” teringat lagi olehku kalimat mami tadi.
“Semoga aku nggak pernah ketemu lagi dengan cowok kayak kamu ya! Dan, hati-hati adikmu, kasihan dia kalau dapat karma nanti karena kelakuan Abangnya,” gerutuku sendiri.

Mata ini ku paksa terpejam. Ku jauhkan laptop dan HP dari dekatku. bismillah!