Jumat, 04 Desember 2015

Nasehat: Jangan Sepelekan Kebaikan Kecil



“Bahkan hari yang dianggap spesial pun hanya dihabiskan dengan membalas ucapan selamat ulang tahun atau menghabiskan waktu bersama. Salah? Gak juga sih. Tapi makna apa yang bisa kamu ambil dari hal itu?"
Dari keseluruhan tulisannya yang berjudul MEMAKNAI HARI itu, aku benar-benar tidak sepakat dengan kalimat yang satu ini. Karena, di tanggal 4 kemarin, aku benar-benar membalas semua ucapan selamat ulang tahun untukku. Semua. Kalau dia hanya mengucapkan HBD atau met ultah atau happy birthday ya, aku sampai cari cara cepat dan praktis untuk membalasnya, yaitu dengan mengkopi-paste ini; Makasih yaaaa… Tak lupa, aku pun me-like semua ucapan itu setelah membalasnya. Aku justru memaknainya sebagai sesuatu yang luar biasa dan tidak bisa disepelekan. Ini adalah hal kecil, tapi mungkin menjadi kebahagiaan bagi mereka yang ku respon seperti itu. Benar nggak? Dan… setelah ku check, benar saja, di hari ulang tahunnya (5 Desember), tak ada satu ucapan pun yang diresponnya sekalipun itu terlihat dari orang terdekatnya. Termasuk puisiku. Ya! Aku juga telah meluangkan waktu untuk menulis puisi untuknya di blog dan pantas saja tidak mendapat respon. Ini di luar kebiasaan, biasanya mereka yang ku hadiahi puisi akan sangat bahagia dan berterimakasih padaku. Bagaimana tidak? Ucapan dariku bisa dibilang yang ter-UNIK di antara ucapan lainnya. Tapi tidak baginya. Semoga Allah memberinya petunjuk. Jangan sampai kita bermimpi melakukan hal-hal besar lalu menyepelekan hal-hal kecil seperti ini, padahal juga adalah KEBAIKAN. Aku jadi terfikir kalimat inspiratif nih!...
“Menyepelekan perbuatan kecil pun adalah sebuah kesombongan. Padahal, siapa tahu justru di sanalah sumber berkah berlimpah. Bukankah membahagiakan orang lain adalah  kebahagiaan sesungguhnya? Maka, jangan menyepelekan kebaikan kecil!”

Tidak ada komentar: