Penyelenggara : BEM FKIP Universitas Riau
Waktu : 20 Mei 2014
Judul Karya : -
Tentang Pencapaian :
Berkat dukungan teman-teman, aku bisa berada di posisi 10
besar Duta FKIP Universitas Riau. meskipun aku sedih ketika aku harus turun
panggung ketika pengumuman 5 besar. Allah selalu mengajarkan banyak rasa
kepadaku, takdirku untuk turun panggung ini aku fikir sangat kontras sekali
dengan banyaknya pendukungku. Mereka yakin akulah yang akan terpilih sebagai
Duta FKIP 2014 merujuk pada peraihanku di MAWAPRES Universitas. Tapi, yang aku dan
mereka harapkan itu ternyata tidak terjadi. Aku tak mengapa karena ada Inur dan
Romi yang masih berdiri di panggung sebagai 5 besar.
Hal yang mengejutkan adalah saat pengumuman pemenang dan
ternyata Romi juara 1 dan Inur juara 2. Aku bahagia banget melihat orang-orang
disekitarku berhasil. Meskipun, keinginanku adalah kami menang dan memgang
piala bersama. Romi nyaris nggak mau ikut kalau aku nggak berhasil memaksanya.
Inur? Aku ingat banget kalimat dia, “Mbak, Inur pengen kayak Mbak. Inur pengen
sebelum tamat, Inur punya piala.” Dan, hari itu aku benar-benar melihatnya
memegang piala sekaligus selempang di bahunya. Aku menjadi saksi atas 2 orang
yang luar biasa hari itu. Ketika menyalami Inur, aku berbisik kepadanya, “Lain
kali Inur nggak boleh minder sama Mbak kayak tadi, karena yang terjadi bisa
saja di luar dugaan seperti ini Nuur.”
Hari itu aku belajar menjadi orang besar dengan berbesar
hati menerima takdir. Tidak selamanya yang kita prediksi itu salah dan tidak
selalu menjadi benar. Karena, keputusan itu sepenuhnya adalah urusan Allah. “Ikan
yang besar itu harus di letakkan di laut Lis, bukan di dalam ember karena
geraknya akan terbatas. Elis adalah ikan besar itu,” bang Hendra yang menjadi
juri saat itu menasehatiku dengan kalimat inspiratif. Sejak saat itu aku
percaya bahwa Allah sedang merencanakan hal besar untukku.
___Jangan memprediksi terlalu jauh, jangan berharap terlalu banyak. Nanti kamu
akan kecewa (Truly Elysa)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar