Tawamu ku jadikan puisi
Diammu ku jadikan puisi
Pujianmu ku jadikan puisi
Air matamu ku jadikan puisi
Bahagiamu ku jadikan puisi
Ntah sejak kapan kamu mulai jadi puisi-puisiku
Agaknya sejak november yang berwarna hijau, beraroma hujan
Masih ranum kala itu
Segala sapa yang serasa baru dimula
Padahal 2 tahun silam kita sama-sama mendongengkan piala
Aku memperbesar harap
Atasmu yang dikerdilkan jarak
Aku juga memperbesar doa
Untuku yang dikerdilkan masa
Aku selalu besar untukmu
Aku dan kamu yang menjadi puisiku, 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar