Tema pakaianku hari ini rock and roll.
Aku pakai kaos dari Thailand, pemberian Jirawat (Note) saat malam terakhir setelah pulang dari Asiatique. Diluarnya pakai kemeja warna cokelat dari Rini dan aku gulung sedikit dibagian tangannya, dalamnya pakai manset coklat pula. Jilbabnya bergaya santai tapi funky plus eye linner yang mempertegas mata. Huaaa, ngerasa santai banget dan nggak mungkin ketemu dosen dengan gaya seperti ini. Huaaa, setelah nganterin kak Dila ke depan Mona, aku minta difotoin. Ciisss!
Ada janji temu dengan PENAPPUCINO-ers pagi ini.
Hari masih sangat pagi. Sejuk udara sangat jelas terasa, memenuhi rongga dada ketika dihirup dan ditahan. Sungguh! Suasana seperti ini tidak akan dirasakan kalau kita cuma diem aja di kamar. Aku memarkirkan motor di parkiran PEKON -tempat parkirku dulu waktu masih ada perkuliahan. Dengan penuh senyum dan pesona (ntah pada siapa, soalnya belum ada orang, heehe), aku melintasi ruang-ruang kelas. Nyesss! Rasanya kembali lagi ke masa-masa pagi dulu. Nungguin dosen yang katanya akan masuk dan ketika nggak jadi masuk maka kami akan bersorak sorai kegirangan (hihii, ketahuan males belajar).
Aku melihat beberapa orang cewek sedang merapikan kursi-kursi kelas. Persis! Seperti itulah yang dilakukan olehku atau teman-teman yang lebih dulu hadir dan mendapati kursi berserak-serak. Aku melangkah sambil melongok melihat kondiri kelas. Hemm, tidak ada yang berubah. Masih sama seperti yang dulu. Sungguh!. Tiba-tiba rindu bergerumul di ruang hati. Aku rindu tunggu-tunggu yang dulu, aku rindu duduk-sanding-bersama yang dulu, aku rindu pagi-pagi yang dulu, juga tawa-lucu teman-teman yang dulu. Bahkan, di tempatku duduk saat ini -dikoridor depan bem FKIP lama, adalah tempat favorit untuk menunggu kuliah dimulai. Hikssss.. aku rindu lagi merindu.
Ngomongin PENAPPUCINO dari jam 09.00wib (padahal janjinya jam 08.00wib, dan aku udah sempat Dhuha dan BAB dulu) di bawah pohon di depan PEKON. Job Desk udah jelas, tinggal penjelasan ulang tentang cerpen yang akan digarap. Selanjutnya diserahkan kepada Romi Kurniadi untuk proses editting EYD dan tata tulis.
Leherku sebenarnya udah terasa perih banget sejak kemarin. Ini pertanda aku akan batuk berdahak. Ya Allah, parahnya kalau beneran batuk berdahak itu aku lama banget proses sembuhnya (karena aku malas minum obat, palingan kalau terpaksa kali obat warung). Dulu, sempat sampek 2 bulan nggak sembuh-sembuh. Amfun daaah! Bukan hanya sakit dan nafas susah, kalau terbatuk juga malunya minta ampuun, Ciiin. Nggak nyaman banget deh pokoknya! Aku segera ke cafe bang Un dan meneguk asamnya perasan Jeruk Nipis. Huaaa, biarlah asam yang penting leherku nggak sakit lagi dan nggak jadi batuk.
Cusss, aku pulang ke rumah karena badai mulai terasa meng-hangat. Sebenarnya siang ini jam 13.00wib ada seminar dan talkshow dengan TNI AD di Sutan Balia FISIP UR. Huaaa, tapi Yudi dan Teguh ku sms nggak dibalas-balas. Lagian, ruangannya pasti dingin dan padat. Aku nggak mau menulari mereka pemirsaaa.hihii.
Aku pakai kaos dari Thailand, pemberian Jirawat (Note) saat malam terakhir setelah pulang dari Asiatique. Diluarnya pakai kemeja warna cokelat dari Rini dan aku gulung sedikit dibagian tangannya, dalamnya pakai manset coklat pula. Jilbabnya bergaya santai tapi funky plus eye linner yang mempertegas mata. Huaaa, ngerasa santai banget dan nggak mungkin ketemu dosen dengan gaya seperti ini. Huaaa, setelah nganterin kak Dila ke depan Mona, aku minta difotoin. Ciisss!
Ada janji temu dengan PENAPPUCINO-ers pagi ini.
Hari masih sangat pagi. Sejuk udara sangat jelas terasa, memenuhi rongga dada ketika dihirup dan ditahan. Sungguh! Suasana seperti ini tidak akan dirasakan kalau kita cuma diem aja di kamar. Aku memarkirkan motor di parkiran PEKON -tempat parkirku dulu waktu masih ada perkuliahan. Dengan penuh senyum dan pesona (ntah pada siapa, soalnya belum ada orang, heehe), aku melintasi ruang-ruang kelas. Nyesss! Rasanya kembali lagi ke masa-masa pagi dulu. Nungguin dosen yang katanya akan masuk dan ketika nggak jadi masuk maka kami akan bersorak sorai kegirangan (hihii, ketahuan males belajar).
Aku melihat beberapa orang cewek sedang merapikan kursi-kursi kelas. Persis! Seperti itulah yang dilakukan olehku atau teman-teman yang lebih dulu hadir dan mendapati kursi berserak-serak. Aku melangkah sambil melongok melihat kondiri kelas. Hemm, tidak ada yang berubah. Masih sama seperti yang dulu. Sungguh!. Tiba-tiba rindu bergerumul di ruang hati. Aku rindu tunggu-tunggu yang dulu, aku rindu duduk-sanding-bersama yang dulu, aku rindu pagi-pagi yang dulu, juga tawa-lucu teman-teman yang dulu. Bahkan, di tempatku duduk saat ini -dikoridor depan bem FKIP lama, adalah tempat favorit untuk menunggu kuliah dimulai. Hikssss.. aku rindu lagi merindu.
Ngomongin PENAPPUCINO dari jam 09.00wib (padahal janjinya jam 08.00wib, dan aku udah sempat Dhuha dan BAB dulu) di bawah pohon di depan PEKON. Job Desk udah jelas, tinggal penjelasan ulang tentang cerpen yang akan digarap. Selanjutnya diserahkan kepada Romi Kurniadi untuk proses editting EYD dan tata tulis.
Leherku sebenarnya udah terasa perih banget sejak kemarin. Ini pertanda aku akan batuk berdahak. Ya Allah, parahnya kalau beneran batuk berdahak itu aku lama banget proses sembuhnya (karena aku malas minum obat, palingan kalau terpaksa kali obat warung). Dulu, sempat sampek 2 bulan nggak sembuh-sembuh. Amfun daaah! Bukan hanya sakit dan nafas susah, kalau terbatuk juga malunya minta ampuun, Ciiin. Nggak nyaman banget deh pokoknya! Aku segera ke cafe bang Un dan meneguk asamnya perasan Jeruk Nipis. Huaaa, biarlah asam yang penting leherku nggak sakit lagi dan nggak jadi batuk.
Cusss, aku pulang ke rumah karena badai mulai terasa meng-hangat. Sebenarnya siang ini jam 13.00wib ada seminar dan talkshow dengan TNI AD di Sutan Balia FISIP UR. Huaaa, tapi Yudi dan Teguh ku sms nggak dibalas-balas. Lagian, ruangannya pasti dingin dan padat. Aku nggak mau menulari mereka pemirsaaa.hihii.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar