Kamis, 17 September 2015

Pemaklum-ku

Kebodohan jenis apa ini?
Tak hendak lelap, tapi dilenakan niat untuk lelap
Apa-apaan ini?
Bukan hanya semenit, dua menit
Tapi 2 jam lamanya
Pagi pula waktunya
Mau jadi apa mimpiku kalau pemimpin-nya pemimpi?
Pemimpi dalam mimpi-mimpi yang sebenar mimpi
Yang nyata tak terjamah
Padahal mimpi harusnya me-nyata
Tuhan... Maafkan kebodohan pagiku ini
Sungguh, hanya Engkau yang ku harapkan sebagai pemaklumku
Padamu, ku kesahkan segala kebodohan
Karena aku yakin Engkau tak hendak menyalahkanku
Di hadapan-Mu, aku tetaplah si kecil kecintaan
Bukankah benar begitu, Tuhan?


September di hadapan Pemaklum. 2015

Tidak ada komentar: