Pagi masih menyisakan cericit unggas-unggas melayang
Semoga jiwamu seteguh namamu, 8-2015
Pekat asap melekat pada jendela kamar berembun
Dan mata ini baru beranjak dari arah timur
Seketika dihadiahi namamu yang muncul di beranda
Pada sebuah wadah tak bertanah, tak terjamah
Lalu, mulailah ku tuliskan kalimat ini
Semoga umurmu yang bertambah selalu berberkah
Semoga umurmu yang berlalu selalu berSatu
Semoga doamu yang kini selalu berijabahi
Aamiiin…
Terimakasihku untuk segalamu
Untuk tidak pernah berlebihan berlaku padaku
Untuk tidak pernah berniat pergi dariku
Untuk tidak pernah bermuluk benci
Dan untuk sejuta untuk lainnya
Semoga jiwamu seteguh namamu, 8-2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar