Hujan turun. Ah, jam 9 ajalah ntar datangnya. Setidaknya aku masih bisa menulis blog dulu. Tapi, mulai timbul kegelisahan di hati, pesertanya gimana ya? Jangan-jangan acaranya sepi nih ntar. Jam 8.20, hujan reda. Aku bersiap-siap, bergegas ke Aula BEM FKIP UR bersama Rini. Azhari dan Pak Dahniel ternyata sudah tiba. Sementara peserta hanya beberapa, bisa dihitung dengan jari. Aku masih ke ruang BEM, ternyata kak Vivien belum datang.
Pukul 09.00wib, acara dibuka oleh Dek Okta.
Singkat saja. Lalu, kami ber-empat; Aku, Azhari, Pak Dahniel dan Kak Vivien, dipanggil ke depan. Masing-masing kami diberi waktu 20 menit untuk menyampaikan proses dan motivasi untuk menjadi MAWAPRES. Pak Dahniel yang pertama kali dipersilahkan berbicara, di tengah pembicaraan barulah kak Vivien nongol dengan jilbab pink-nya. Huft, syukurlah. Aku fikir kak Vivien tidak berjilbab. Baru deh setelahnya, aku yang maju. Ada Yudi, dek Teguh dan Rini yang duduk paling depan.
Pukul 09.00wib, acara dibuka oleh Dek Okta.
Singkat saja. Lalu, kami ber-empat; Aku, Azhari, Pak Dahniel dan Kak Vivien, dipanggil ke depan. Masing-masing kami diberi waktu 20 menit untuk menyampaikan proses dan motivasi untuk menjadi MAWAPRES. Pak Dahniel yang pertama kali dipersilahkan berbicara, di tengah pembicaraan barulah kak Vivien nongol dengan jilbab pink-nya. Huft, syukurlah. Aku fikir kak Vivien tidak berjilbab. Baru deh setelahnya, aku yang maju. Ada Yudi, dek Teguh dan Rini yang duduk paling depan.
