Sabtu, 02 Mei 2015

Inspirasi: Karena Kamu Tidak Menjemputnya

Kemarin malam, Okta sibuk memasang selempang MAWAPRES di bahu dan melabuh hingga pinggangnya, lalu ia berpose  ala pagean.
"Kak, Okta merasa cocok loh Kak pakai selempang kayak gini!"
"Memang cocok," jawabku sok cuek.
"Kak, Okta rasanya sangat tahu dan faham semua seluk beluk tentang perdutaan, tapi kenapa ya rasanya nggak ada ya satu pun selempang yang datang ke Okta?" tanyanya dengan memelas.
"Karena kamu nggak menjemputnya, Dek! Ituuu aja jawabannya," tegaku.
Semoga kalimatku berkesan di hatinya.

Dan malam ini, dia menelvonku dan berkata:
"Kak, Okta benar-benar teringat terus loh kalimat Kakak yang semalam tuh."
"Yang mana, Dek?"
"Karena kamu nggak menjemputnya, Dek! yang itu, Kak."
"Oh. Emang bener, kan? Tadi Kakak bilang sama Kak Umil: Mil, Mamake masih ingat waktu malam itu Umil bilang mau menyerah. Namamu sudah tertulis di Lauhul Mahfuzdnya Allah untuk menang hari ini. Coba aja kalau Umil benar-benar nyerah, pasti selempang itu akan dimiliki oleh orang lain. Kakak bilang gitu, Dek. Kan ada 3 jenis rezeki dari Allah; Rezeki yang dijamin, Rezeki yang terjamin dan Rezeki yang dijanjikan. Nah, masalah menjemput itu termasuk ke dalam Rezeki yang dijanjikan. Kata Allah: Kalau kamu berusaha, Aku akan kasihkan ini atau itu."
"Tiba-tiba Okta berfkir Kak, jangan-jangan sebenarnya selempang itu udah tersedia untuk Okta sekarang. Tinggal menunggu Okta jemput lagi haaa."
"Iya, bener tuh. Dan, kalau ternyata Adek nggak menjemputnya, tentu orang lain akan mengambilnya. Yuk, jemput dia, Dek!"