Jumat, 15 Mei 2015

Merenangi Kabar Kematian

Pagi-pagi banget udah disuguhi broadcast BBM tentang ibunda Plt. Gubernur Riau yang meninggal tadi malam. Hemmm, lalu baca berita ibunda dari alumni FISIP juga meninggal dunia. Dan, setelah pulang berenang, kembali diri disuguhi berita kematian dari pak Didi Petet. Semua orang juga pasti mengenalnya. Tokoh yang sangat populer di dunia perfilman Indonesia. Ya Allah, ini baru tentang hari ini, kemarin ibunda dari sahabatku di Pekon juga telah Engkau jemput, juga ayah dari sahabatnya Rini di FISIP. Engkau begitu menyayangi kami yang masih hidup ini lewat semua berita, tanda-tanda dan nasehat kematian. Mungkin belum hari ini, tapi siapa tahu besok atau lusa giliranku.

Ya Allah, wisudakan aku segera!
Tiba-tiba aku berdoa seperti itu karena khawatir terlambat memberikan hadiah ini kepada mami-papi.

Aku pernah baca ntah di mana, tentang anak muda yang selalu berdoa agar Allah memberikan tanda-tanda kematian jika ajalnya hampir tiba. Mirip seperti saat ini, banyak sekali kabar kematian yang menghampirinya tapi ia tidak menganggap hal itu sebagai peringatan baginya. Mungkin, yang ia harapkan sebagai tanda-tanda itu seperti kepala pusing, bermimpi dikafani, atau apalah itu namanya. Padahal, Allah dengan ke-Maha-penyayangannya itu telah memberikan tanda-tanda kepada semua manusia lewat kematian orang lain (sebelum kita). Itulah tanda yang JELAS!