Rabu, 26 Agustus 2015

1000 Posted, Exactly!



“El, lapeeer.”
“Udah gilak nya?! Masih subuh loh Rin. Sholat Subuh pun belum kita.”
“Iya, tahu. Tapi aku laper bangeet.”
“Allahuakbar,” aku memulai takbir rakaat pertama. Rini mengikuti.
Usai sholat dan mengaji, Rini langsung nyariin roti buat ngisi perutnya. Huahhh…segitu kelaparannya dia ternyata pemirsaaa.
“Ntar biar aku masak ya. Tapi, nggak sekarang.”
“Yaahhh.. laperr Elll.”
“Masih pagi buta loh Rin. Aku mau ngetik duyuuu.”
Pukul 7.35wib, giliran Rini yang siap-siap mau ke kampus, aku baru mau mulai masak. Rini yang nyuci piring sementara aku ngirisin apa yang bisa diirisin. *Loh? Hehe.
“El, Labu Siam itu bergetah loh! Nggak dicuci dulu?”
“Nggak usah. Ntar sekalian aja dicuci semuanya. Habis waktuku ntar. Hehe.”
“Selalapnya!”
Setelah Rini selesai mencuci piring, berkomentarlah dia tentang hasil irisanku.
“El ni memang praktis betullah. Itu wortel nggak El kupasin kulitnya?”
“Nggak, hehe. Biar praktis Rin. Hemat waktu dan hemat tenaga. Udah ah, jangan protes. Nikmati saja hasilnya nanti.”