Aku melihat sajadah sudah terbentang di sampingku. Udah
subuh kah? Kok Rini malah main HP dan nggak bangunin aku sih?
“Jam berapa ni Rin?”
“Setengah 5.”
Oh, syukurlah. Aku berniat mau tidur lagi. Tapi, kapan lagi
aku sholat Tahajud? Kalau ada kesempatan untuk sholat tapi nggak ku gunakan?
Akhirnya, aku beranjak dengan mengucapkan A’uzubillah
himinassyaiton nirrojiim..
Setelah selesai berwudhu…
“Rin, aku udah ingat ‘rasaku’ yang kemarin sore tuu!”
“Yang ‘rasaku’ El ulang-ulang bilangnya kemarin?”
“Iya, yang itu. Aku sholat dulu ya! Keywordnya Menyentuh dengan karya , ingat ya Rin!
Aku titip ingatanku dulu. Takutnya aku lupa lagi ntar.”
Ya Allah… kuatkan bahuku.
Engkaulah sumber kekuatan yang tiada batas. Kalau memang aku harus menghadapi
tantangan hidup yang berat di depan sana, izinkan aku untuk menghadapinya,
dengan bahu dan jiwa yang kuat. Aamiinn, doaku di penghujung tahajjud.
