“Mbakkkkk, ayoklah kita jalan-jalan. Nanti nggak jadi lagi
haaa,” pinta Moza.
“Iyaaa…besok pagi Mbak Ela udah pulaang,” tambah Salsa.
“Yoklahhh Yoookk!” aku segera bangkit, memakai jilbab dan ke
dapur.
“Loh, Mbak Ela tadi ke manaa?” Salsa sadar beberapa saat
kemudian dan meninjau seisi rumaah.
“Bocah-bocaaaahhhhh… sini kita jalan-jalaaann! Katanya tadi
mau jalan-jalaaann,” teriakku dari belakang.
Moza melihatku dari pintu dapur yang langsung mengarah ke
pekarangan belakang. “Apalah Mbah Elaa niiii! Nggak nggenah (baca: nggak
jelas).”
“Loh, tadi katanya ngajak jalan-jalaaann?” tanyaku kembali
sambil terus berjalan ke sana ke mari di sekitar jemuran. Wkwkwkwk.
“Iya, tapi nggak jalan-jalan di sini. Jalannya ke jalan lah
kitaaa,” jawab Moza.
