Minggu, 25 Oktober 2015

Puisi Terbit di Koran Pikiran Rakyat


Judul Puisi : Gerutu Hamba Negeri, Pidana tak Kasat Mata, Pada Tuhan Tinggal Percaya, Bukan agar
Negeri Ber-Mandiri-ri
Media Masa : Koran Pikiran Rakyat, Bandung
Waktu : 25 Oktober 2015

Tentang Pencapaian :
Puisi ini udah ku lupakan karena udah 3 bulan berlalu. Eh, ternyata terbitnya hari minggu kemarin. Padahal, baru saja paginya curhat ke seorang teman; "Belum pernah sekalipun puisi atau cerpenku dimuat di media massa loh. Yah, mungkin karena aku tekunnya sesekali aja untuk ngirim-ngirimnya. Aku lebih suka berkompetisi secara langsung dan riil daripada harus nunggu yang nggak pasti dan kalaupun terbit belum tentu dihubungi redakturnya. Kecuali kalau kita gigih mencari atau punya teman yang baik hari," keluhku. Keluhan ini sebenarnya sebuah elakan dan alasan dari sebuah pengharapan. heheeee.

Dan... hanya selang beberapa menit saja.. SMS dari nomor tak dikenal masuk ke HPku...
"Asalamuaalaikum elysaaa.. ciyeeee.. selamat ya puisinya dimuat di koran Pikiran Rakyat."
Ah, ternyata dia adalah saudariku yang telah lama tak saling sapa dan saling sua. Bagiamana aku tak kegirangan saat itu? Kejadian seperti ini sangat mirip dengan yang terjadi 2014 silam. Ketika aku curhat kepada seorang teman; "Aku pengeeeenn minimal sekaliiii aja menang lomba cerpen loh! Karena selama ini belum pernah menang dari berbagai perlombaan yang ku ikuti." Dan.... hanya butuh beberapa menit juga, aku langsung dikabari oleh seorang saudari di pulau seberang, bahwa cerpenku mendapatkan juara 2. Nggak nanggung-nanggung, aku pun diundang untuk menjemput piala itu ke kampus harum; Universitas BRAWIJAYA. How lucky am i. Alhamdulillah.. alhamdulillah..,alhamdulillah. Mungkin masih jauh dari kata SEMPURNA, untuk itulah aku belajar MENYEMPURNA.

____Hati-hati dengan DOAMU. Karena boleh jadi itu adalah DOA terakhirmu (karena setelah itu, Tuhan MNEJAWABNYA). (Truly Elysa)