Negeri Ber-Mandiri-ri
Media Masa : Koran Pikiran Rakyat, Bandung
Waktu : 25 Oktober 2015
Tentang
Pencapaian :
Puisi ini udah ku lupakan karena udah
3 bulan berlalu. Eh, ternyata terbitnya hari minggu kemarin. Padahal, baru saja
paginya curhat ke seorang teman; "Belum pernah sekalipun puisi atau cerpenku
dimuat di media massa loh. Yah, mungkin
karena aku tekunnya sesekali aja untuk ngirim-ngirimnya. Aku lebih suka
berkompetisi secara langsung dan riil daripada harus nunggu yang nggak pasti
dan kalaupun terbit belum tentu dihubungi redakturnya. Kecuali kalau kita gigih
mencari atau punya teman yang baik hari," keluhku. Keluhan ini sebenarnya
sebuah elakan dan alasan dari sebuah pengharapan. heheeee.
Dan... hanya selang beberapa menit saja.. SMS dari nomor tak dikenal masuk ke HPku...
"Asalamuaalaikum elysaaa.. ciyeeee.. selamat ya puisinya dimuat di koran Pikiran Rakyat."
Ah, ternyata dia adalah saudariku yang telah lama tak saling sapa dan saling sua. Bagiamana aku tak kegirangan saat itu? Kejadian seperti ini sangat mirip dengan yang terjadi 2014 silam. Ketika aku curhat kepada seorang teman; "Aku pengeeeenn minimal sekaliiii aja menang lomba cerpen loh! Karena selama ini belum pernah menang dari berbagai perlombaan yang ku ikuti." Dan.... hanya butuh beberapa menit juga, aku langsung dikabari oleh seorang saudari di pulau seberang, bahwa cerpenku mendapatkan juara 2. Nggak nanggung-nanggung, aku pun diundang untuk menjemput piala itu ke kampus harum; Universitas BRAWIJAYA. How lucky am i. Alhamdulillah.. alhamdulillah..,alhamdulil lah. Mungkin masih jauh dari kata SEMPURNA,
untuk itulah aku belajar MENYEMPURNA.
____Hati-hati dengan DOAMU. Karena boleh jadi itu adalah DOA terakhirmu (karena setelah itu, Tuhan MNEJAWABNYA). (Truly Elysa)
Dan... hanya selang beberapa menit saja.. SMS dari nomor tak dikenal masuk ke HPku...
"Asalamuaalaikum elysaaa.. ciyeeee.. selamat ya puisinya dimuat di koran Pikiran Rakyat."
Ah, ternyata dia adalah saudariku yang telah lama tak saling sapa dan saling sua. Bagiamana aku tak kegirangan saat itu? Kejadian seperti ini sangat mirip dengan yang terjadi 2014 silam. Ketika aku curhat kepada seorang teman; "Aku pengeeeenn minimal sekaliiii aja menang lomba cerpen loh! Karena selama ini belum pernah menang dari berbagai perlombaan yang ku ikuti." Dan.... hanya butuh beberapa menit juga, aku langsung dikabari oleh seorang saudari di pulau seberang, bahwa cerpenku mendapatkan juara 2. Nggak nanggung-nanggung, aku pun diundang untuk menjemput piala itu ke kampus harum; Universitas BRAWIJAYA. How lucky am i. Alhamdulillah.. alhamdulillah..,alhamdulil
____Hati-hati dengan DOAMU. Karena boleh jadi itu adalah DOA terakhirmu (karena setelah itu, Tuhan MNEJAWABNYA). (Truly Elysa)
