Tin
nggak bisa berkata-kata Cint. Untuk saat ini, air mata Tin yang ke luar. Ntah
air mata yang ke luar karena dosa ini, ntah karena masalah yang ku hadapi atau
mungkin karena tulisanmu cint mengingatkanku pada semuanya. Terimakasih cin.
Tidak ada kata pujian untukmu cint, pujiannya ku tujukan untuk Allah yang ridho
mengenalkanmu padaku cinnn…
Aku
terharu, bahkan air mataku ternyata sudah mengembun. Padahal yang ku hadiahinya
adalah puisi sederhana yang berisi nasehat. Dan itu sudah membuatnya tersentuh
dan tersadar atas semuanya. Bukan aku yang hebat, tentu saja keajaiban
kata-kata inilah yang maha dahsyat. Ternyata bahagia itu sederhana, ketika aku
menyempatkan diri untuk menulis dan membagikannya untuk orang lain lalu mereka
terinspirasi karenanya. Sesederhana itu.
“PENYESALAN terbesar
seorang penulis adalah ketika ia TIDAK MENULIS”