“Ya
Allah, izinkan hamba hidup dalam ‘kemewahan’ hati, rasa dan cinta dalam tulisan
dan persahabatan yang menghebatkan. Aamiin.”
Aku jadi teringat dengan pertanyaan seorang junior setelah
membaca blogku…
“Kakak
nggak capek nulis terus Kak?”
“Nggak. Justru seneeeng banget. Hehee,” jawabku. Sebuah
kalimat pun berlanjut diam-diam di dalam hati; Dek, justru MENULIS ini adalah cara kakak BERISTIRAHAT.