Rabu, 04 Maret 2015

INFO: KunLem ke Konsulat Malaysia

Nuansa Malaysia-nya udah terasa ketika baru memasuki halaman gedung. Di dalamnya, pegawainya sudah otomatis berbahasa Malaysia, gak nanggung, pake baju kurung Melayu. *ckckk, bikin ngiri euy. Mengenai MEA, pak konsul ; Hardi bin Hamdin, mengatakan bahwa MEA itu bukan tentang gengsi atau siapa yang lebih mengungguli siapa, tapi adalah tentang kekeluargaan dan kesiapan untuk terbuka oleh seluruh bangsa ASEAN. Beliau mengapresiasi akan kedatangan Mahasiswa dari BEM Universitas Riau dan merupakan kunjungan perdana yang dilakukan oleh mahasiswa di Riau sekaligus mempererat kembali hubungan antar Konsulat dengan kalangan akademik.
“Kehidupan kita dalam bertetangga bisa digambarkan seebagai miniatur dalam hubungan antar bangsa” ujarnya. “Perlu adanya dukungan tidak hanya dari pemerintah namun peran serta masyarakat dalam mensukseskan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang diusung dan terjadwal pada 31 Desember 2015 ”tambahnya.
Peranan penting Malaysia yaitu :
1. Bagaimana Malaysia bisa mengimplementasi sebagaimana langkah-langkah yang telah ditetapkan sesuai blue print ASEAN COMMUNITY
2. Persiapan (baik dokumentasi maupun strategi) untuk mencapai vision 2020 dan resiko jika tidak tercapainya vision 2020.

Beliau juga menjelaskan 8 keutamaan atau strategi (prioritas) yang dilakukan oleh Malaysia untuk menghadapi Asean Community, yakni:
1. Menumbuhkan Asean Community
2. Pencapaian sasaran
3. Memastikan dan kedekatan hubungan antar negara-negara Asean
4. Memperkuat perusahaan kecil dan sederhana
5. Mengembangan Investasi antar negera Asean dengan cara mempromosikan Negara.
6. Memperkuat isntitusi asean
7. Mempromosikan keamanan dan keselamatan serantau
8. Meningkatkan peranan asean di peringkat global

Menanyakan tentang kesiapan Malaysia dalam menghadapi Asean Community, pak konsul mengatakan ”Malaysia sudah bersiap-siap sejak tahun 2009, jika merencanakan sesuatu kita harus tahu dimana posisi dan bagaimana keadaaan kita sekarang. Untuk ukuran kesiapan Malayasia sesuai dengan data yang dimiliki Konsulat mencatat “85% security, 96,7 % budaya , 85% ekonomi”jelasnya.
(sumber : Kementerian KOMINFO BEM UR)

Tidak ada komentar: