Sabtu, 28 Maret 2015

Presentase PKM: Sabtuku Penuh Senyum-Sapa

Setelah selesai nulis blog, aku menelusuri berita tentang kak Olga lewat google. Sedih! Alfatihah untuknya. Semoga segala kesalahan mendapat ampunan dan kemaafan dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan Syurga kelak. Aamiin

Dek Azlina nelvon.
"Kak, jam berapa ke kampus? Adek mau konsultasi," tanyanya.
"Heem...jam 09.00wib ya, Dek. Di BEM FKIP aja," jawabku enteng.
Akhirnya ke luar dari kos jam 10.00wib juga setelah banyak ritual yang ditunaikan terlebih dahulu. Hari ini aku bergaya semi formal. Dengan kemeja berbahan satin dan rok hitam lebar. Tali pinggan cokelat melingkar melengkapi penampilan plus pashmina bercorak bunga -sebuah pembelian dari Yogya.hhee.


Rini ku mampirkan di kosan Riski dan aku melaju ke perpus UR karena aula BEM FKIP sedang dipakai untuk Muktamar Ar-Royan. Aku mendapati dek Azlina sedang duduk sendirian di deretan bangku ber-payung di blok yang agak menjorok ke dalam perpus. Aku menyapanya dan dia terpesona sampai berkata, "Kakak mau kemana habis ini? Kok cantik kali?" hueeek. Bisa aja nih si adek. hihi.. Cuss, langsung fokus membahas KTI yang akan diangkatnya. Aku memancingnya menceritakan kegelisahannya tentang KIMIA. Setelah ngobrol kemana-mana, akhirnya tercetuslah sebuah judul : HIV (Hidrolisis Interactive Video) : Media Pembelajaran Kimia tentang Hidrolisis menggunakan Macromedia Flash Player. Gimana pemirsaah? Keren cetar kan? Yah, semoga aja si adek segera menemui pembimbingnya dan kalau pembimbingnya setuju maka mudahlah segala. Insya Allah.

Dek Teguh tiba-tiba nelvon.
"Mak dimana?" tanyanya.
"Di Perpus, Dek. Ada apa?" tanyaku tanpa rasa bersalah.
"Ini udah mau dimulai loh, Mak presentasi PKMnya di FISIP."
"Hah? Serius? Jadi juga ya presentasinya? (pertanyaan macam apa itu haha). Daeng mana?" tagihku.
"Ini ha Abang lagi ngerjain ppt-nya. Buruan ya, Mak!" pinta Teguh.

Huaah, aku langsung capcuss ke FISIP.
Wah, bingung juga yang mana ruangannya.
Dek, Bang turunlah ke bawah. Mak nggak tahu nih mana ruangannya.
Tuppp! HP mati seketika. Huh. Bagaimana ini, pemirsa?

"Langsung ke atas aja, El!" kata seorang laki-laki.
Eh, Deni rupanya. Aha! Aku segera membuntuti dia dan dek Titi dari belakang. Haghaghag.
Di dalam sana, aku melihat wujud Daeng dan Teguh berdampingan. Huaah, ternyata kalian di sini. *logat ojan. hehe. Aku segera menghampiri. Busyeeet! Kok serem banget gini ya euforianya. Ada 10-an penonton dan 6 tim PKM di sini. Yang bikin serem ini juga tempatnya. Persis seperti dekanat FKIP, tapi ini lebih besar. Heemm, intinya mungkin karena aku merasa asing aja. Eh, tapi setelah ngobrol dan ketawa-ketiwi beberapa saat dengan Daeng dan Teguh, semunya fine kok. Huft

Bang, kenapa cewek di sampingmu ngeliatin Mak terus? Apa Mak terlalu cantik hari ini? hah!

Tanyaku pada Yudi lewat ketika sembarang di KTI MAWAPRES teguh. haha.
"Dia memang gitu, Mak. Tadi Adek juga diliatin." jawab Teguh. Lalu mereka bernyanyi bersama Kau cantik hari ini, udah itu aja. haha. Deni memanggil kelompok kami pertama kali. Jadilah Yudi yang menjelaskan dari awal hingga akhir. Dek Teguh sebagai operator. Alhamdulillah apresiasi para reviewer luar biasa. Cuma ada beberapa saran pernyempurnaan nih :
1. Jangan hanya lirik lagu mars mahasiswa aja, lagu Indonesia Raya juga (huh, ini padahal udah direncakan kemarin, tapi ntah kenapa yang tertulis cuma mars-nya aja)
2. Perbaiki tata tulis lagi
3. Didukung dengan pembuatan tutorial seharusnya untuk pembelajaran yang praktis dan menarik

Pas break ISHOMA, aku lihat teman-teman BEM sudah standby di meja registrasi Sutan Balia dan mulai ramai peserta seminar KARHUTLA yang registrasi ulang. Huft! Aku malah nggak berperan di sana dan mendaftar sebagai panitia. Ah, sebagai peserta pun ntah bakal sempat atau tidak nih. Usai sholat, aku makan di samping dek Jhon. Dia udah makan duluan dan ngajakin aku cerita. Huaah, makin kurus di nampaknya. Ah, semoga tinta for-mu lancar ya dek! Dia tetap stay cook walaupun di kepalanya ada banyak kerumitan. 
"Sebenarnya, jiwa kepemimpinanmu udah semakin terlihat loh, Dek!" kataku.
"Masa iya, Kak?" tanyanya tak percaya.
"Iya. Bener deh! Kadang, sisi TERBAIK dari diri kita itu baru muncul dalam kondisi TERBURUK yang kita alami, Dek. Kak percaya Adek bisa melewati semua ini dengan penuh dedikasi."
Dek Jhon menyodorkan buku yang berjudul, Lorong Waktu. Dan dia bertanya...
"Kak, mungkin kakak bisa mengkategorikan SKRIPSI kakak itu termasuk yang mana!" pintanya.
Aku menganalisa 4 kuadran bertulisan merah itu.
- tidak mendesak dan tidak penting
- tidak mendesak tapi penting
- mendesak dan penting
- mendesak tapi tidak penting
Dan kaliah tahu apa pemirsaah? Aku menunjuk yang terakhir. haha. Bukan hanya aku, Jhon juga tertawa.     
FKIP, tapi ini lebih besar. Heemm, intinya mungkin karena aku merasa asing aja. Eh, tapi setelah ngobrol dan ketawa-ketiwi beberapa saat dengan Daeng dan Teguh, semunya fine kok. Huft. Ini bermula ketika dia nanya, "Kak, jadi gimana proses skripsi, Kakak?" hiks.

Aku jawab, "Kakak nggak pandai bermain diangka 50% Dek. 0% atau 100% Dek. Rasanya belum ingin kakak ketemu PA untuk bahas skripsi. Padahal, dulu Kakak Seneng dan rajin banget ketemu bapat tu buat bahas KTI loh, Dek. Tapi sekarang? Ntahlah. Kakak lagi senang-senangnya berbagi sama teman-teman. Bahagiaaa banget rasanya. Serasa muda terus jadinya. Apalagi menjelang MAWAPRES ini. Adek-adek di FKIP itu juga sangat membutuhkan Kakak. Ditambah kak jadi ketua pelaksana MAWAPRES tahun ini. Huaah, Kakak bener-bener bahagia. Jadi, setelah semua ini barulah kakak akan bener-bener fokus ke SKRIPSI." Jabarku.

"Oh berarti gitu ya tipe Kakak," simpul Jhon.

Acara dilanjutkan. Ide-ide PKM kawan-kawan sangat luar biasa. Ada tentang Wonderful Bono, Duta Entrepreneur, Kala Tenas Membumi. Sesi berikutnya adalah foto bersama reviewer. Nah, kabar baiknya adalah PKM menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan beasiswa PPA/BBM. Keren kan? Wew, FKIP juga harus lebih baik. Ingatkan aku akan mimpi ini ya Allah. ^_^ Dek Fitri --yang tadi  ngelihatin aku terus minta tolong bimbingan KTI MAWAPRES dan tercetuslah judul UR Get Talent : Ajang Pencarian Bakat Broadcasting Guna Mengoperasikan Kembali Radio Ilmu Komunikasi.

Setelah memberikan file MAWAPRES kepada dek Jhon dan dek Fitri, aku segera menuju UBK untuk menjemput adek tercinta. Untung dia nggak menyimpan ngambek yang kemarin. huft. Pas sampek kos, aku langsung sholat Ashar dan lega banget rasanya ketika lihat bbm ternyata rapat diundur. Huft. Melegakan sekali pemirsaaah. Petir menyambar-nyambar, hujan turun deras diiringi guntur. Rini baru pulang saat maghrib setelah hujan reda. Giliran pula lampu yang mati dan kami sholat Maghrib dalam kegelapan. 

Allahumma soyyiban Nafi'an. Ya Allah teguhkan niat hamba untuk menulis novel dan percepat prosesnya. One Month One Book. Bismillah

Tidak ada komentar: