Sempat ragu besar-besaran untuk memilih mana agenda yang akan diikuti hari ini.
1. Family Gathering FLP dan rapat proker
2. STIFIN Coaching
3. Training Publik Speaking for Woman
4. HUT AURI dengan berbagai exhibition kecenya
Huaaa.. menggalau pagi-pagi. Semua agenda yang kece-kece numpuk jadi satu di hari yang sama. Sebenarnya sejak seminggu yang lalu udah niat banget pengen ikutan STFIN coaching karena akan dibahas tentang seluk beluk kepribadian. I love itu very bad. Yang membuatku ragu adalah pilihan yang kemarin diberikan dek Yana. Dek Yana ngasih vocher senilai Rp 950.000 gratis buatku untuk Training Publick Speaking for Woman oleh kak Rika Mayasari. Sebenarnya, ilmu dari bang Wira yang udah aku dapatkan tinggal dikembangin aja sih. Tapi, tawaran sudah terlanjut aku iyakan dan kalau aku nggak datang rasanya menghianati kepercayaan dek Yana banget. Ditambah lagi bang Antoni nggak meyakinkan aku untuk ikutan STIFIN (dia bilang, semuanya bagus kok dek tinggal adek mau pilih ikut agenda yang mana). Huaaaa, ya sudahlah aku nggak jadi perjuangin si STIFIN. Mungkin next time. Hari ini aku menunaikan pemberian dek Yana dulu. Dengan dek Yana gratis, sedangkan STIFIN bakal bayar Rp 50.000 dan jujur lillahitaala aku nggak punya uang lagi. Ada Rp 10.000 di kantongku ini pinjam dari Rini. dan Rp 2000 ntah uang apa, aku lupa. Thats real man!
Berangkatlah aku dengan kostum yang keren banget. *pede amaat neng. heheh.
Blezer hijau dipadu dengan rok hitam dan jilbab ala pashmina tiruan haha, plus sepatu hitam dan tas donker bercorak garis-garis. Aku memasuki ruangan dengan penuh senyum. Ternyata sudah mulai sejak jam 08.30wib sedangkan aku jam 09.20wib karena muter-muter nyari hotel Syariah yang ternyata labelnya nggak ada di gedungnya (ini hotelnya UIN SUKSA kironyo, paniang den haha).
"Sepertinya saya kenal dengan wanita yang baru datang," kata kak Rika. *wah kak, aku memang terkenal dimana-mana hehe
Trainingnya mirip seperti bang Wira. Kalau bang Wira baru menunaikan BAT 6, kak Rika hari ini Batch 8. Aku kurang ngerti juga persaingan didunia per-trainer-an. Tapi baik kak Rika maupun bang Wira, masing-masing punya ciri khas. Kak Rika sangat spiritual sedangkan bang Wira lebih kepada marketing. 2 2nya luar biasa. Tapi di sini, aku seperti mengulang dari awal lagi. But, No Problem!
Seperti BAT, ada tes mental dengan tampil memotivasi di depan. Lagi-lagi aku berbica tentang WAKTU. Mau tau konsepku seperti apa? Ini dia...
Jalan-jalan ke Yogyakarta
Jangan lupa membeli Bakpia
Assalamualaikum mulanya kata
Saya sembah pembuka bicara
Selanjutnya, kepada sosok inspirasional sejak lahir hingga kepergiannya, sejak ada dan tiadanya, kepada baginda Rosulullah SAW mari ucapakan Allahumma Solli'ala Muhammad.
Berbicara tentang lahir dan mati, datang dan pergi, ada dan tiada, berarti kita berbicara tentang sesuatu yang terbatas dan berbatas.
- Sesuatu yang jika pergi tidak akan kembali lag bahkan tidak terganti
- Sesuatu yang paling sering disia-siakan tapi paling berat pertanggungjawabannya
- Sesuatu yang dimiliki semua orang tapi banyak orang yang merasa tidak memilikinya
Kira-kira, apakah itu wahai sabahat?
Ya Benar! WAKTU jawabannya. Bahkan Allah juga sampai menyebut-nyebutnya dalam banyak sumpah-Nya; Demi Masa, Demi Fajar, Demi waktu dhuha dan masih banyak lagi. Jadi, sahabat semuanya hati-hatilah dengan waktu anda. Selamat mendayagunakan waktu semoga lebih bermanfaat lalu perhatikan apa yang terjadi!
Simpel banget kan? hhee, tapi Alhamdulillah kata kak Rika bagus.
Setelah sholat Ashar, acara dilanjutkan dengan penawaran menarik dari kak Rika untuk bergabung dengan WIN Community dan akan dibina dalam 3 aspek minat; Entrepreneur, Writing dan Speaker. Waw,,,aku mau semuanya donk.hiihi.. Nah, pertemuan pertamanya adalah hari Rabu jam 16.30wib. Tempatnya masih dirahasiakan kak Rika. Semoga deh bisa bergabung Sesungguhnya Allah menyukai barisan yang rapi dan teratur, bukan? Maka kalau ini sudah baik dan rapi, apalagi alasanku untuk berkata tidak?
Pas keluar hotel, eh hujan.
Revi dan Tian ngajakin ke rumah kak Maya. Tapi, setengah jam kami harus nunggu hujan reda dulu di Indomart depan UIN Sukajadi. huaaa, lebat juga. Setelah itu langsung cuss ke pasar Durian. Setelah sholat Maghrib, kami jalan kaki kayak turis buat nyari tempat ngasah batu akik-nya Tian. huaaa, Tian mau jadi mbak dukun Politik toh? hhihii. Rata-rata udah nggak nerima asahan batu lagi, padahal baru jam 19.30wib loh. Mungkin mereka udah banyak orderan.
Setelah ditelusuri akhirnya nemu pengasah yang bersedia. Sambil nunggu si tukang asah akik, kami makan di emperan jalan. Aku dan Revi mie goreng, Tian minas. Nah, kata Tian (ntah bener ntah enggak, soalnya doi kadang nyeleneh), nasi goreng di sini jauh lebih gurih daripada yang ada di Jawa. Rasanya lebih berani gitu. Halah, bilang aja Tian kangen dengan masakan Riau kan? haha.
Jam 20.30wib kami langsung menuju rumah kak Maya. Jalannya masih sama seperti yang dulu, saat terakhir kali aku kesini untuk menghadiri pernikahan kak Maya dan bang Ricard. Becek dan berlubang-lubang, huaaaa. Kak Maya dan bang Ricard juga nggak berubah, masih sama seperti 3 tahun yang lalu. Tapi, acian kak Maya belum juga punya dedek. hiksss, semoga segera ya kak, bang. Aamiin. Ngobrollah kami ber-5 ngalor ngidul. Sampek bahas-bahas masalah tragedi demo pas hari guru kemarin. Hiksss, ternyata bang Ricard banyak tahu dan aku yang nggak tahu apa-apa tentang (ternyata) banyak kepentingan dibalik semua aksi itu. Hiksss, yang penting aku melakukan semua itu karena Allah aja kemarin, karena yakin apa yang aku bela itu benar. Itu aja.
Lanjut cerita tentang murid-murid yang bandel. Kak Maya, walaupun lembek dan lembut gitu ternyata mentalnya udaha terasah buat menghadapi murid-murid pembangkang rupanya. Waw, sesuatu banget ya. Aku aja rasanya tobat banget kalau harus kembali ke sekolah lagi.huaaa..ampyun Dije.. hiikkksss. Nggak terasa jam udah menunjukkan pukul 21.50wib, saatnya kami pulang ke rumah. Mulutku nggak berhenti menguap, mungkin banyak debu-debu jalanan yang udah masuk tenggorokan. hiksss.
1. Family Gathering FLP dan rapat proker
2. STIFIN Coaching
3. Training Publik Speaking for Woman
4. HUT AURI dengan berbagai exhibition kecenya
Huaaa.. menggalau pagi-pagi. Semua agenda yang kece-kece numpuk jadi satu di hari yang sama. Sebenarnya sejak seminggu yang lalu udah niat banget pengen ikutan STFIN coaching karena akan dibahas tentang seluk beluk kepribadian. I love itu very bad. Yang membuatku ragu adalah pilihan yang kemarin diberikan dek Yana. Dek Yana ngasih vocher senilai Rp 950.000 gratis buatku untuk Training Publick Speaking for Woman oleh kak Rika Mayasari. Sebenarnya, ilmu dari bang Wira yang udah aku dapatkan tinggal dikembangin aja sih. Tapi, tawaran sudah terlanjut aku iyakan dan kalau aku nggak datang rasanya menghianati kepercayaan dek Yana banget. Ditambah lagi bang Antoni nggak meyakinkan aku untuk ikutan STIFIN (dia bilang, semuanya bagus kok dek tinggal adek mau pilih ikut agenda yang mana). Huaaaa, ya sudahlah aku nggak jadi perjuangin si STIFIN. Mungkin next time. Hari ini aku menunaikan pemberian dek Yana dulu. Dengan dek Yana gratis, sedangkan STIFIN bakal bayar Rp 50.000 dan jujur lillahitaala aku nggak punya uang lagi. Ada Rp 10.000 di kantongku ini pinjam dari Rini. dan Rp 2000 ntah uang apa, aku lupa. Thats real man!
Berangkatlah aku dengan kostum yang keren banget. *pede amaat neng. heheh.Blezer hijau dipadu dengan rok hitam dan jilbab ala pashmina tiruan haha, plus sepatu hitam dan tas donker bercorak garis-garis. Aku memasuki ruangan dengan penuh senyum. Ternyata sudah mulai sejak jam 08.30wib sedangkan aku jam 09.20wib karena muter-muter nyari hotel Syariah yang ternyata labelnya nggak ada di gedungnya (ini hotelnya UIN SUKSA kironyo, paniang den haha).
"Sepertinya saya kenal dengan wanita yang baru datang," kata kak Rika. *wah kak, aku memang terkenal dimana-mana hehe
Trainingnya mirip seperti bang Wira. Kalau bang Wira baru menunaikan BAT 6, kak Rika hari ini Batch 8. Aku kurang ngerti juga persaingan didunia per-trainer-an. Tapi baik kak Rika maupun bang Wira, masing-masing punya ciri khas. Kak Rika sangat spiritual sedangkan bang Wira lebih kepada marketing. 2 2nya luar biasa. Tapi di sini, aku seperti mengulang dari awal lagi. But, No Problem!
Seperti BAT, ada tes mental dengan tampil memotivasi di depan. Lagi-lagi aku berbica tentang WAKTU. Mau tau konsepku seperti apa? Ini dia...
Jalan-jalan ke Yogyakarta
Jangan lupa membeli Bakpia
Assalamualaikum mulanya kata
Saya sembah pembuka bicara
Assalamualaikum wr. wb
Atas segala nikmat dan fasilitas hidup yang kita nikmati dan tak mampu diungkap bahasa, diucap kataa atau ditulis pena maka sudah sepantasnya kita bersyukur kepada-Nya. Mari ucapkan; Alhamdulillahirobbil 'alamin. Dialah Pemilik kenyataan dan ketiadaan. Dari-Nya kita berasal dan kepada-Nya kita kan kembali.Selanjutnya, kepada sosok inspirasional sejak lahir hingga kepergiannya, sejak ada dan tiadanya, kepada baginda Rosulullah SAW mari ucapakan Allahumma Solli'ala Muhammad.
Berbicara tentang lahir dan mati, datang dan pergi, ada dan tiada, berarti kita berbicara tentang sesuatu yang terbatas dan berbatas.
- Sesuatu yang jika pergi tidak akan kembali lag bahkan tidak terganti
- Sesuatu yang paling sering disia-siakan tapi paling berat pertanggungjawabannya
- Sesuatu yang dimiliki semua orang tapi banyak orang yang merasa tidak memilikinya
Kira-kira, apakah itu wahai sabahat?
Ya Benar! WAKTU jawabannya. Bahkan Allah juga sampai menyebut-nyebutnya dalam banyak sumpah-Nya; Demi Masa, Demi Fajar, Demi waktu dhuha dan masih banyak lagi. Jadi, sahabat semuanya hati-hatilah dengan waktu anda. Selamat mendayagunakan waktu semoga lebih bermanfaat lalu perhatikan apa yang terjadi!
Simpel banget kan? hhee, tapi Alhamdulillah kata kak Rika bagus.
Setelah sholat Ashar, acara dilanjutkan dengan penawaran menarik dari kak Rika untuk bergabung dengan WIN Community dan akan dibina dalam 3 aspek minat; Entrepreneur, Writing dan Speaker. Waw,,,aku mau semuanya donk.hiihi.. Nah, pertemuan pertamanya adalah hari Rabu jam 16.30wib. Tempatnya masih dirahasiakan kak Rika. Semoga deh bisa bergabung Sesungguhnya Allah menyukai barisan yang rapi dan teratur, bukan? Maka kalau ini sudah baik dan rapi, apalagi alasanku untuk berkata tidak?
Pas keluar hotel, eh hujan.
Revi dan Tian ngajakin ke rumah kak Maya. Tapi, setengah jam kami harus nunggu hujan reda dulu di Indomart depan UIN Sukajadi. huaaa, lebat juga. Setelah itu langsung cuss ke pasar Durian. Setelah sholat Maghrib, kami jalan kaki kayak turis buat nyari tempat ngasah batu akik-nya Tian. huaaa, Tian mau jadi mbak dukun Politik toh? hhihii. Rata-rata udah nggak nerima asahan batu lagi, padahal baru jam 19.30wib loh. Mungkin mereka udah banyak orderan.
Setelah ditelusuri akhirnya nemu pengasah yang bersedia. Sambil nunggu si tukang asah akik, kami makan di emperan jalan. Aku dan Revi mie goreng, Tian minas. Nah, kata Tian (ntah bener ntah enggak, soalnya doi kadang nyeleneh), nasi goreng di sini jauh lebih gurih daripada yang ada di Jawa. Rasanya lebih berani gitu. Halah, bilang aja Tian kangen dengan masakan Riau kan? haha.
Jam 20.30wib kami langsung menuju rumah kak Maya. Jalannya masih sama seperti yang dulu, saat terakhir kali aku kesini untuk menghadiri pernikahan kak Maya dan bang Ricard. Becek dan berlubang-lubang, huaaaa. Kak Maya dan bang Ricard juga nggak berubah, masih sama seperti 3 tahun yang lalu. Tapi, acian kak Maya belum juga punya dedek. hiksss, semoga segera ya kak, bang. Aamiin. Ngobrollah kami ber-5 ngalor ngidul. Sampek bahas-bahas masalah tragedi demo pas hari guru kemarin. Hiksss, ternyata bang Ricard banyak tahu dan aku yang nggak tahu apa-apa tentang (ternyata) banyak kepentingan dibalik semua aksi itu. Hiksss, yang penting aku melakukan semua itu karena Allah aja kemarin, karena yakin apa yang aku bela itu benar. Itu aja.
Lanjut cerita tentang murid-murid yang bandel. Kak Maya, walaupun lembek dan lembut gitu ternyata mentalnya udaha terasah buat menghadapi murid-murid pembangkang rupanya. Waw, sesuatu banget ya. Aku aja rasanya tobat banget kalau harus kembali ke sekolah lagi.huaaa..ampyun Dije.. hiikkksss. Nggak terasa jam udah menunjukkan pukul 21.50wib, saatnya kami pulang ke rumah. Mulutku nggak berhenti menguap, mungkin banyak debu-debu jalanan yang udah masuk tenggorokan. hiksss.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar