Jumat, 10 April 2015

Selamat Datang Sang Juara!

Hai hai hai? Selamat hari Jumat penuh barokah ya ^_^
Semoga segala apa yang didoa menjadi nyata dan semoga segala upaya berakhir bahagia. Aamiin.
Pernahkah anda merindukan masa-masa yang sebelumnya paling anda takuti?
Atau pernahkah anda tiba-tiba merindukan kenangan lama pada masa yang baru? Aku pernah!

Sesuai rencana, hari ini telah dilangsungkan acara PEMILIHAN MAWAPRES (Mahasiswa Berpretasi) tingkat Fakultas di Dekanat FKIP UR. Dihadiri oleh 4 orang dewan juri yang sangat luar biasa, yaitu:
1. Pak Dahniel (Pend.Bhs Inggris)
2. Bu Rina (Pend. Ekonomi)
3. Pak Jasmi (Pend.Bhs Inggris)
4. Pak Gusnardi (Pend.Ekonomi
Acara dibuka secara resmi oleh WD III FKIP UR, Pak Rahmadi dan diikuti oleh 8 orang peserta dan nggak ketinggalan beberapa orang supporter. Kedelapan peserta yang luar biasa itu adalah:
1. Nurjamaliah (Pend.Bhs Inggris 2011)
2. Romi Kurniadi (Romi Kurniadi 2012)
3. Harnila (Pend.Bhs Inggris 2012)
4. Tengku Novenia Yahya (Pendidikan Fisika 2013)
5. Yuni Permata Sari (Pendidikan Kimia 2011)
6. Joni Iskandar (Pend.Bhs Inggris 2013)
7. Anggi Syaputra (Pend.Bhs Inggris 2011)
8. Guswiyati (Pendidikan Fisika 2012)


Tepat pukul 09.00 wib, presentase dimulai dan peserta dengan undian pertama adalah Romcek full energy dan energi itu bertahan hingga keempat juri selesai bertanya. Huaaahhh, aku tiba-tiba merasa kembali berada dimasa-masa itu. Masa-masa seleksi yang bersimbah lelah dan air mata, juga masa-masa pembelajaran diri dalam menghadapi semuanya dengan mengandalkan kekuatan diriku dan diri-Nya. Aku rindu masa-masa itu: 1 tahun yang lalu dan 1 tahun sebelumnya. Wah, aku nggak pengen adik-adik penerusku merasakan kebingungan-kebutaan seperti yang aku rasakan dulu. Maka, aku ingin sekali menjadi cahaya bagi siapa pun yang merasa sedang dalam gulita (haalaahh, apa pula ini maksdunya? haha). Gini loh, intinya aku akan sangat senang ditanyai ilmu yang aku sudah mengalaminya dulu. Tak jarang, aku juga sering secara sengaja memancing adik-adik untuk bertanya, mencari tahu, aku beri tahu dan akhirnya mereka terperangkap untuk mencoba (jebakan mindset, hehe). Kalau sudah berkata "Oke Kak, aku mau coba ikut!," nah siap-siap aja ya untuk ku teror dan ku tagih terus. hehe, untuk yang satu ini aku juga minta maaf kalau caraku 'memaksa' mungkin tidak bisa diterima semua orang. Tapi 1 hal yang ingin aku lakukan; meninggalkan JEJAK sebelum aku pergi. Aku ingin tetap HIDUP dihati orang-orang yang pernah ku HIDUPKAN hidupnya. hikssss *lebay.com. hehe
Kurniadi, hehe (maap yah, Cek. Mbak bully namanya hehe). Romcek tampil dengan tingkat kepedean yang

Ceritanya, aku jadi MC dadakan hari ini.
Sebenarnya, ada agenda FLP yang terjanji untuk aku ikuti hari ini. Tapi dan tapi, aku juga sangat tidak bisa beranjak dari inginku yang satu ini. Iyaa,,kamu! hehe. Aku ingin melewati detik demi detiknya di dalam atmosfer kompetisi ini dan menyaksikan penobatan sang juaranya. Wah, banyak banget bibit-bibit unggul yang bersinar hari ini. Aku berharap, semoga CAHAYA yang kumiliki dapat MENERANGI orang lain dan akhirnya CAHAYA-cahaya itu bersatu lalu MENERANGI seluruh dunia. Hatur syukur tak hingga untuk PEMILIK Cahaya itu. ^_^

Acara ku ambil alih penuh (ntah siapa yang meminta dan siapa yang terpinta), yang jelas aku merasa wajib berada di sini hingga acara usai. Setelah peserta nomor urut 6 tampil, acara dipending hingga pukul 14.00wib. Alhamdulillah dapet makan siang dari fakultas, yeyee emang udah lapar perut barbie nih, bepeluh-peluh kening barbie, hehe. Cusss, lunch bareng dengan Lia dan dek Azlina di ruang seleksi, hanya kami bertiga. "Ah, lihat-lihat berkas MAWAPRES ahhh," kata Dek Azlina. Kami bercerita ke sana-kemari sambil memaksa tahan dengan sambal hijau yang sungguh luar biasa pedasnya. wuaaahhh.

Aku menggenggam tangan wanita cantik di sampingku dan berkata pelan,
"Cin, temanku dari Kamboja waktu di Thailand kemarin kan ada 2 orang. Mereka ini sahabatan dan nggak bisa terpisahkan, makanya aku jadinya sekamar dengan Abrina itu. Nah, mu tahu mereka berdua sekarang sedang dimana?" Aku menunggu ekspresi penasarannya dan melanjutkan kalimatku,  "England, Ciinn."
"Kapan kita pergi berdua lagi, Cin? Kapan kita kayak mereka?" tanyanya.
"Jangan tinggalkan aku ya!" pintaku.
"Aku yang seharusny bilang, mu jangan tinggalkan diriku.. Bawa aku kemana pergi ya, Cin."

Dia, yang berada di sampingku adalah Cintaku.
Dia adalah semangatku! Dia merasa aku adalah semangatnya. Tapi aku merasa, dialah semangatku. *Ah, syudahlah! Hentikan sandiwara ini, ehehe. Hari ini dia terlihat begitu anggun dengan jilbab biru dan blezer hitamnya. *heemm, dah mulai pula ketularan aku bergaya-gaya. haha. Aku tahu dia nervouse, tapi aku tidak ingin menanyakannya. "Semangat y! Bismillah," kataku sambil menampar lembut pipinya. Aku senang ia di sini saat ini. Tahun lalu, ia adalah pendukungku yang setia hingga akhir, bahkan ketika aku telah lebih dulu meninggalkan acara. Dia juga yang menjadi saksi pengumuman pemenang. Dan, hari ini keadaan itu berbalik.

Masih ingat dengan jelas, 1 minggu menjelang MAWAPRES tahun lalu dan saat itu aku menginap di asramanya. Dia menyodorkan kertas putih untuk ku tuliskan sesuatu di sana,
Bismillah! Ready for MAWAPRES 2015.
Ciinn, your sentence, please !
Lalu aku menuliskan ini :
Semangat Cin! Jadilah 100%. Harus sungguh-sungguh dan nggak boleh setengah-setengah ^_^.
Begitulah kira-kira.
Tahun lalu, dia urung mencoba bersamaku karena beberapa kendala. Dan, tahun ini aku menyaksikannya tampil luar biasa. Ah, aku benar-benar tidak menyangka sebelumnya bahwa dia akan mengikuti seleksi ini. Kertas itu masih terpasang di dinding kamarnya hingga saat ini dan setiap kali aku ke sana, aku ingin bertanya "Cin! Tahun ini, mu jadi kan menggenapi janji (Ikut MAWAPRES)?". Tapi, selalu saja urung karena aku tahu dia banyak tak sempatnya karena sempatnya banyak disempatkan untuk hal-hal lain. Hingga, suatu ketika dia tiba-tiba berkata, "Heh Cin, mu harus bimbing aku bikin KTI untuk MAWAPRES, ya!". Aku sangat bahagia mendengarnya. Ah, kadang dengan sahabat sendiri pun kita bisa juga punya rasa segan seperti ini, bukan? Hari ini, aku bangga padanya. Di antara peserta lain yang mundur teratur sebelum hari ini tiba, dia tetap teguh untuk ikut dan setiap kali dia mulai khawatir, aku hanya akan berkata "Sssttttttttttt! Jangan sia-siakan kesempatan terakhir ini, Cin!".

Pukul 15.00 seluruh peserta sudah tampil dan tiba saatnya penjurian dan persiapan pengumuman pemenang. Aku meminta peserta untuk 20menit meninggalkan ruangan selama para juri melakukan proses peng-akumulasian nilai. Aku tetap stay di dalam, dan selalu bertanya "Ada yang bisa saya bantu, Pak, Bu?"
"Seharusnya sudah ada form penilaiannya ini. Jadi langsung diakumulasikan aja semuanya. Ini panitia nggak siap nih! Hitunglah semuanya ini, masa juri juga?"
Aku menelan ludah. Tidak menjawab apa-apa. Ya Allah, apa pun yang terjadi harus diumumkan hari ini. Aku nggak mau seperti 2 tahun-ku yang kemarin. Izinkan aku membuat kali ini lebih berkesan.

Aku tetap sok sibuk merekap presentase IPK dan Prestasi.
Lalu, dengan wajah tak bersalah aku berkata "Pak, Bu boleh minta tolong jumlahkan nilai ini?" tanyaku sambil menyodorkan urutan IPK. Alhamdulillah pak Jas dan bu Rini terhipnotis dan menerimanya. *huft!. Alhamdulillah lagi pak Dahniel dan pak Gus sedang sibuk menjumlahkan nilai KTI dan Presentase. Wahhh, luar biasa! Aku nggak pernah menyangka akan berada di saat-saat paling mendebarkan seperti ini. Menjadi saksi tangan-tangan dan tumpukan kertas gelisah yang masing-masing saling mengunggulkan penulisnya. "Romcek harus menang!" mungkin itu teriakan KTI-nya si Romcek. "Lia harus menang pokoknya!" mungkin itu pula teriakan KTI Lia. huaah,,, untuk beberapa menit kami saling rembuk dan dengar pendapat untuk menentukan 3 peserta terbaik tahun ini. Gelisahku bercampur haru ketika 3 nama orang telah selesai ku tuliskan.

Dengan bangga, ku buka kembali forum ini dengan salam dan hamdallah.
Ku tangkap dengan jelas ekspresi wajah penuh debar-debar. Aku membayangkan diriku yang dulu juga mungkin seperti itu. Ah, masa-masa itu, aku rindu.
Dengan bangga ku sebutkan nama mereka satu per satu. Sambutlah mereka :
Juara 1 Tengku Novenia Yahya (Fisika 2013) yang 2 hari lalu baru menjadi Best Speaker dalam kontes Debat Nasional di Bengkulu.
Juara 2 Romi Kurniadi (Pekon 2012) adik kebanggaanku.
Juara 3 Nurjamaliah (B.Ing 2011) cintaku sepanjang waktu yang tak pernah rela untuk meninggalkan atau ditinggalkan olehku dan olehnya. hehe *udah ah, gombalnya! hehe, maap yak ciin.

Aku menghaturkan syukur di atas tengadah Ashar.
Dalam balutan mukenah ungu, ku kirimkan segala bahagia pada pemilik Waktu.
Tiada kebanggaan selain menyaksikan orang-orang tercinta menjadi lebih baik.
Dan tiada lelah yang lebih nikmat daripada lelah untuk Lillah. ^_^

"Udah tahu siapa MAWAPRES FKIP, Cek?" tanyaku pada Rini yang baru pulang dari rapat PPRU dan berkemas untuk menginap di kosan rekannya untuk menyelesaikan tugas-tugas PPRU.
"Udah. Romi dan Novi, kan? Aku tadi jumpa Lia di DPM."
"Dia bilang nggak dia juara berapa?" tanyaku.
"Nggak ada. Emang dia juara berapa? 3 ya?" kejar Rini.
Aku menjawabnya dengan anggukan antusias. Ah, ciiiinnn dirimu ini memang sesuatu ya. Sudah ku duga, kau tidak membeberkan prestasi barumu itu kepada Rincek. Harusnya kau menunjukkannya. Tapi, kau memang berbeda denganku. Tidak banyak bercerita, tidak banyak berkata, tapi selalu bertindak penuh makna. Love yuuuhh cin... Tunggu cerpenku edisi spesial tentang MAWAPRESmu ini yaahh.hihhiii

Sampai jumpa di puncak kesuksesan, kawan : Syurga Firdausy ^_^
penuh cinta: Elysa Rizka Armala.

Tidak ada komentar: