"Eh, Mak,
gimana Adek tadi?” tanyanya tentang pendapatku.
“Emmm…
secara penampilan udah keren, rapi dan dari wawasan juga kece. Tapiii, ada
beberapa saran nih buat Adekk.”
“Ya, nggak
apa-apa Mak.”
“Nada
bicara Adek masih fluktuatif banget. Pas ngomongin yang ini nadanya datar, tapi
tiba-tiba nanti meninggi dan itu ngagetin loh Dek. Mak tadi bener-bener nyimak
soalnya. Hehee. Terus, kalau Adek mau mengulas sesuatu sebelum ngasih pertanyaan
ke pembicara itu bagus, tapi jangan sampai kita udah bertanya eh malah Adek
tutup lagi dengan kalimat baru. Contoh; ‘Saya juga pernah Mbak nonton film
dengan teks bahasa inggris, supaya saya sambil nyari tahu ini artinya apa. Nah,
kalau dari EF sendiri ada nggak metode belajar bahasa inggris yang asyik dan
seru. Boleh tolong dijelaskan, Mbak?’ dah, cukup sampai di situ aja Dek, jangan
dilanjutkan lagi dengan; ‘Yaa, soalnya kan kita semua tahu bahwaa…’ lalu Adek
ulangi lagi pertanyaan tadi, kan itu nggak efisien jadinya. Latih lagi
emosinya, biar tertata apa yang mau disampaikan.”
“Ooohhh..gitu
ya Makk. Iya sihh.”
“Dan,
jangan terlalu banyak menceritakan tentang diri kita. Sesekali boleh untuk
menandakan bahwa kita juga pernah mengalami hal yang sama, tapi jangan terlalu
sering. Kita kan talkshow tujuannya untuk mengorek ilmunya pembicara, jadi
posisikanlah diri kita sebagai wakilnya penonton yang banyak ingin tahunya,
Dek. Jangan sampai pula terlihat kalau kita ingin menyaingi pengetahuan
pembicaraa.”
“Menurut
Mak, lebih bagus mana; waktu Adek dengan Kak Wulan atau waktu Adek dengan Pak
Saeri?”
“Lebih
bagus waktu Adek dengan Pak Saeri.”
“Ya,
soalnya Adek bener-bener pengen tahu banyak dari Bapak ituuu.”
“Nah,
that’s it! Itu dia jawabannya Dek! Memang seharusnya seperti itu sedangkan
waktu dengan Kak Wulan, Adek nggak terlihat seperti itu. Dan satu lagi, Adek
hanya terfokus kepada pembicara dan melupakan audiens, seolah-oleh Adek hanya
berbicara 4 mata dengan si pembicara. Tadi peserta nggak fokus loh Dek, ada
yang main HP, ngobrol sama temennya dan mungkin Adek nggak tahu itu. Sesekali,
penonton harus diajak berinteraksi juga Dek. Semangat! Harus bisa lebih baik!”
“Makasih ya
Mak.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar