Senin, 30 Maret 2015

Senin Macam Apa Ini, Rin?

"Heh, Jokowi... Banguunn!" Teriak Rini sambil melepas mukenahnya.
Aku masih menggeliat sambil berdehem. Sedang tidak sholat, makanya bisa bermalas-malasan sedikit, hehe. Waah,, selamat pagi Minggu... Semoga hari ini membawa banyak keberkahan. Aamiin. Aku beranjak dari tempat tidur, meraih gelas, menampung air dan meminumnya. Ini adalah kebiasaanku setiap pagi, supaya si dedek Ginjalnya terbantu kerjanya. Acian dia semalaman terus aja menyaring racun dari makananku. hiksss

Baju-baju yang ku gantung di kamar sudah cukup kering.
Ku nyalakan laptop. Sambil menyetrika aku mendengarkan siaran ulang Mata Najwa.

Miris, menyimak kasus polisi yang salah kaprah menangkap pelaku pembunuhan. Udah digebukin habis-habisan, dipaksa ngaku sebagai pembunuh bahkan disuap pula. Hey! Kamu bekerja untuk siapa? Untuk dunia? Hemmm, rendah sekali niatmu, tuan! Pas di persidangan, terbukti si terdakwa nggak bersalah. Syukurlah, Allah melindunginya dari fitnah. Dan, semoga si aparat yang tidak bermartabat itu segera bertobat. Aamiin. *emosi pula saya jadinya pemirsyaa.hehe.

"Rin, minta tolonglah sama Azhari. Diskusi sama dia siapa tahu ada saran yang klik denganmu."
"Iya nih. Kami kan penelitian pustaka, jadi nyari referensinya ini yang rempong. Kalau kalian kan ke lapangan. Untuk judulku ini susah kali nyarinya, El."
"Ke puswil yuk?" tanyaku.
"Boleh. Yuk! Sebenarnya kemarin aku udah ke sana juga dan belum nemu. Tapi, semogalah hari ini ada tambahan. El nyaa, nanti tiba-tiba bilang: Eh, Rin aku nggak bisa. Harus ke sini harus ke situ. halaaah, lalaap nya!" ledek Rini.
"Ndak doh. Ciyusss deh."