Senin, 06 April 2015

Purple Days with Balloon Dress

Aku berkreasi dengan apa yang ku punya.
Jadi ceritanya begini, berat badanku kan melonjak pesat sejak tahun 2014 lalu. Banyak yang ngiranya gara-gara aku usah sukses, sering jalan-jalan, udah bahagia dan sebagainya. Aku mah aamiinin banget tuh dugaan yang baik-baik. Sekarang, banyak baju atau pun rok yang sempit. Nah, salah satunya adalah rok kotak-kota jadulku warnanya ungu dan putih (dari mami) ini sempit banget dibagian perut. Maklumlah, perutku juga jadi agak melar. hiksss. Aku ingin membuatnya tetap bisa dipakai. Akhirnya, aku menjadikannya baju. *Gimana caranya?

Caranya adalah dengan menggunakannya seperti biasanya menggunakan rok, dan bagian bawahnya itu di naikin ke atas lalu diikat. Jadi deh. Kesannya jadi seperti baju balon gicuu ciin. hehe. Sedikit bergaya beda hari ini dan efek pedeku meningkat 100 derajat celcius. *loh! hehe. Aku sempet mampir ke Al-Maidan untuk ngambil plakatku waktu jadi juri untuk pekan kepenulisan beberapa bulan yang lalu. Joni yang menyerahkannya kepadaku. Nah, ketika aku menunggu di depan pintu sekre itulah ada seorang adek yang ngelihatin aku terus sepanjang langkah datangnya ke arahku. Dia menyalamiku, tapi matanya tidak berhenti ke arah pakaian unikku ini. *maaf ya dek telah membuatmu terpesona. *hueekkssss

Sayangnya, fotonya nggak ada. Jadi, nggak apa-apa ya gambar bola-bola lampu di kamarku itu yang menghiasi postingan ini? Aku selalu bawa kamera ke mana-mana. Tapi, belum terlalu rajin nih nangkapin momen. Seharusnya rajin ya, kan nggak harus selalu akunya yang jadi objek foto. Bisa saja keadaan, benda, atau hal-hal yang bisa mengingatkan kita tetang momen itu. Karena, suatu saat mungkin itu akan jadi sesuatu yang kita butuhkan. Selain momen, siapa tahu foto-foto itu  bisa menjadi sumber inspirasi dan ide untuk menulis. Who knows? *Bismillah, belajar narsis.