"El! Kak Dila nanya lagi ni haa, kapan mau dilegalisir sertifikatnya?" tanya Rini sambil mematut Androidnya.
"Bilang: hari ini!. Berapa lembar sih legalisirnya?"
"15 lembar katanya."
Lalu aku kembali kepada kata-kataku yang hampir selesai ku rias. Sebenarnya sudah ingin beranjak, tapi ketika menyadari bahwa cerita Februariku belum terupdate, aku urung. Jadilah aku membulatkan tekad untuk menghabiskan hari di depan kalender dan laptop.
Pagi-pagi banget, sekitar jam 07.00wib Rini udah berangkat.
Jangan tanya, dia nggak nanggung sibuknya sekarang. Udah jadi sibkers semenjak terjun ke PPRU. Jangan peduliin kalau ada yang menduga dirimu stress menghadapi skripsi dan memilih PPRU sebagai pelarian, ya Rin? Keep going on aja. Wolesss meenn.
"Bilang: hari ini!. Berapa lembar sih legalisirnya?"
"15 lembar katanya."
Lalu aku kembali kepada kata-kataku yang hampir selesai ku rias. Sebenarnya sudah ingin beranjak, tapi ketika menyadari bahwa cerita Februariku belum terupdate, aku urung. Jadilah aku membulatkan tekad untuk menghabiskan hari di depan kalender dan laptop.
Pagi-pagi banget, sekitar jam 07.00wib Rini udah berangkat.
Jangan tanya, dia nggak nanggung sibuknya sekarang. Udah jadi sibkers semenjak terjun ke PPRU. Jangan peduliin kalau ada yang menduga dirimu stress menghadapi skripsi dan memilih PPRU sebagai pelarian, ya Rin? Keep going on aja. Wolesss meenn.
