Pagiku
seketika rusak. Sms tak diharapkan itu masuk lagi dan terbaca olehku ketika
mata baru terbuka. Niat hati melihat jam di HP, malah disuguhi sesak tak
terperi. Ku hempaskan HPku dan bergegas berwudhu. Subuh telah mengetuk pintu.
Setelah usai
melunasi sedekah pagi oleh diri, aku mengadukan halku kepada Rini. Semalam, dia
terlalu cepat terlelap. Padahal, saat itulah gejolak mulai menggelegak. Sempat
sms-an dengan mami saat itu, tapi untuk bercerita tentang hal ini, rasanya
butuh waktu yang lama. Mungkin mami sudah mengantuk di sana.
Quaker Oats
siap menemani sarapan pagiku kali ini. Terngiang enaknya pecel dan gurihnya
bakwan. Hiksss. Memang ya, yang namanya makanan sehat sering banget nggak
disukai orang karena hambar. Sedangkan makanan beresiko, rasanya gurih, enak
dan disukai semua orang. Semoga aku bisa bertahan dan bisa habis sebungkus ini,
karena lumayan juga nih 800gr (kalau ngabisin kerupuk atau keripik pasti beda
ceritanya ya). Sementara Rini, ngerebus mie dan makan pakai nasi. Dia nggak
nawarin aku, karena tahu aku pasti bakalan minta. Tapi, aku pura-pura jual
mahal donk. Rini sok cuek dan ngancem mau ngabisin mienya semuanya. Heh,
padahal akhirnya nggak habis juga nyooo dan otomatis aku segera mengambil alih.
Hehe.
