"Rin, kita harus selesaikan KTI ini sebelum jam 4 sore,
sebelum TM.”
Jadilah pagi ini berubah menjadi pagi penuh pemerasan
fikiran. Sempat kehilangan fokus dan feeling ketika baru membahas dan mulai
menuliskan KTI ini kembali. Untung aja udah ada beberapa coretan dan rancangan
yang sempat kami bahas bertiga lebih dari 2 minggu lalu.
Cin, jam berapa ke
sini?, tanyaku kepada Lia.
Pagi ini belum bisa
Cin. Aku harus ikut DM1 dulu nih.
Aku dan Rini tetap lanjut. Sesekali aku mengajaknya berdiskusi
ketika idenya mulai buyar dan nggak tentu arah. Sesekali juga aku ngomel-ngomel
kalau kerjanya nggak rapi. hihihiii.
“Hallo?”
“Cek, aku di luar. Cepet ku luar! Assalamualaikum.”
Ih, ngapain sih nih bocah pagi-pagi udah ke sini? Beberapa saat,
aku masih belum juga bergerak. Tapi, lama-lama kasihan karena dia manggilin
terus, hiksss.
“Apanya!” tanyaku sok ketus.
“Pasti baru bangun tidur kan?”
“Kok tahu sih?” padahal dalam hatiku, sok tempe banget nih bocah!
