Aku terjaga ketika ku rasakan punggungku basah oleh keringat
dan cahaya sudah sangat terang.
“Jam berapa ni Pi?” tanyaku kepada papi yang duduk di sofa.
“Jam setengah Sembilan.”
Beuhhhh! Lagi-lagi aku zholim terhadap waktu. Huaaahhh, aku
pernah bilang gini ke Lia, “Cin, aku paling suka dengan suasana Subuh. Tapi,
aku sering berkhianat dengan kecintaanku itu karena sering tidur di waktu
Subuh. Hiksss.” Dan, sampai saat ini pun aku masih terus berkhianat; mengaku
cinta, tapi malah menutup mata.