Pada suatu siang di bulan Januari 2015…
“Kak, Elis udah tahu gimana caranya Elis bisa keliling dunia
dan dibayar.”
“Gimana memangnya Lis?”
“Elis jadi Tour Guide Kak. Jadi Tour Guide itu keren Kak, kita
dituntut untuk cerdas dan berwawasan luas. Kerjaan kita ya cuma jalan-jalan aja
sambil ngarahin orang-orang dan pulangnya digaji pula. Kereen kan Kak?”
ungkapku antusias.
“Nggak usah lagi Liiis.”
“Kenapa Kak?” aku heran. Biasanya kak Yiil selalu mendukung
apa pun mimpiku. Tapi, kali ini kok tumben dia nggak menyetujui?
“Sebaik-baiknya tempat perempuan sholeha itu ya di rumah.
Bukan bersama orang lain dalam perjalanan panjang. Kalau ternyata peserta
tournya cowok-cowok gimana? Kalau malam-malam mereka minta ditunjukin ke suatu
tempat dan mereka punya niat buruk gimana? Elis bakal susah nolaknya, karena
memang itu tugas tour guide untuk ngarahin jalan peserta tournya kan? Nggak usahlah
lagi Lis. Cari yang aman dan nggak membahayakan kita.”
Aku terdiam… Benar juga apa yang dikatakan kak Yiil. Tapi…
BERSAMBUNG…