“Rin,
sarapan di mana kita?”
“Beli
Lontong Medan yuk?”
“Emangnya
enak Lontong Medan itu Rin?”
“DIcobakk
duluuu,” jawab Rini sok lembut.
Kami
kembali ke tempat beli mie ayam kemarin. Ternyata menu sarapannya nggak ada,
mie ayam dan bakso malahan yang pagi-pagi gini udah buka. Kami menelusuri
Manyar Sakti untuk menemukan mie bihun goreng. Rini sih ngikut aja, karena biasanya di mana ada mie bihun
goreng, di situ pasti ada nasi goreng. Hehe.
Setelah
penelusuran selesai, yang dicari nggak ditemukan juga. Akhirnya, kami putuskan
untuk makan di Kalasan dengan memesan menu Nasi Goreng Hijau. Terakhir kali aku
makan nasi goreng hijau ini sih udah sekitar 2 tahun yang lalu ketika dia yang
ku sebuh sahabat, masih di sisi, di sini. Aku masih ingat, waktu itu aku mau
nyobain nih nasi goreng ya gara-gara dia yang ngajakin.
“El, duduk
di mana nih? Lesehan?”
“Eh,
janganlah. Kita di sudut aja. Kalau kita lesehan, Adek itu pasti negur aku dan
ngajak ngobrol, masalahnya aku sedang nggak pengen ngobrol Rin. Ada saatnya aku
hanya ingin diam dan memperhatikan.”
“Ciyeeee..nyindir
ya?”
“Loh?!”
